Pemkab Kubar Bakal Lanjutkan Pembangunan Kristen Center Januari 2027

  • 24 Jul 2026 06:50 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat akan melanjutkan proyek pembangunan Kristen Center pada Januari 2027 mendatang. Langkah ini dilakukan untuk menuntaskan kawasan keagamaan terpadu atau 3 Center yang menjadi simbol kuat toleransi antarumat beragama di Kutai Barat.

Pembangunan Kristen Center tersebut akan melengkapi keberadaan Islamic Center dan Catholic Center yang sudah berdiri kokoh sebelumnya di Sendawar. Tiga fasilitas keagamaan megah dalam satu daerah ini menegaskan posisi Kutai Barat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerukunan dan kebhinekaan yang tinggi di Indonesia.

Mantan Bupati Kutai Barat periode 2006–2016, Ismail Thomas, mengatakan gagasan menghadirkan tiga pusat kegiatan keagamaan ini berawal dari semangat merawat persatuan seluruh warga.

"Kami membangun Islamic Center, Catholic Center, dan Christian Center untuk menunjukkan bahwa toleransi masyarakat Kutai Barat itu sangat tinggi. Tinggal Kristen Center yang akan dilanjutkan Januari nanti supaya komplek fasilitas keagamaan ini betul-betul rampung," ujar Ismail Thomas, Selasa 21 Juli 2026.

Ia berharap pembangunan Kristen Center dapat segera dituntaskan sehingga kawasan tersebut menjadi simbol persatuan sekaligus destinasi yang mencerminkan kehidupan masyarakat Kutai Barat yang rukun dalam keberagaman.

"Toleransi tidak boleh berhenti sebagai simbol. Nilai itu harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari agar masyarakat tetap hidup rukun dalam keberagaman," katanya.

Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga keharmonisan dan nilai-nilai toleransi antarumat. Menurutnya, kerukunan masyarakat yang terjaga dengan baik menjadi fondasi utama dalam menciptakan Kutai Barat yang aman, adil, dan beradat.

Gedung Kristen Center Kutai Barat. Foto: Dok RRI Sendawar.

Diketahui pembangunan Chrisitian Center yang berlokasi di kampung Belempung Ulaq, Kecamatan Barong Tongkok, itu dimulai sejak tahun 2012 silam. Namun hingga kini gedung tersebut belum difungsikan lantaran belum rampung 100 persen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....