Sawah Kutai Barat Belum Optimal, Kementan Minta PPL Gerakkan Kelompok Tani

  • 22 Feb 2026 01:47 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kementerian Pertanian melalui Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Anny Mulyani, meminta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) lebih aktif menggerakkan kelompok tani guna mengoptimalkan lahan sawah yang ada dan meningkatkan produksi padi daerah.

Permintaan tersebut disampaikan Anny saat melakukan peninjauan lapangan bersama satgas pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) di kawasan Rapak Oros, kecamatan Linggang Bigung, Kubar, Sabtu 21 Februari 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan, luas baku sawah di daerah ini tercatat sekitar 1.800 hektare. Namun, sebagian lahan telah beralih fungsi, sementara sebagian lainnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Tanamnya baru sekali. Ini harus didorong agar bisa dua kali tanam,” kata Anny.

Ia menilai, peningkatan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua kali tanam dalam setahun menjadi langkah realistis untuk mendongkrak produksi beras lokal. Upaya tersebut, menurutnya, sangat bergantung pada peran aktif PPL dalam melakukan pendampingan dan memastikan kelompok tani mengoptimalkan lahan yang tersedia.

“Hasil panen belum maksimal. Dari total luas baku sawahnya 1.800 sebagian ada yang pakai untuk tanam sayuran, ada yang pakai sawit jadi untuk sawahnya sendiri belum optimal. Kemudian tanamnya juga baru sekali itu yang perlu dorongan dari para PPL di sini untuk mengoptimalkan lahan-lahannya,” ujar Anny.

Ia menekankan bahwa optimalisasi tidak hanya soal memperluas lahan, tetapi juga memastikan lahan yang sudah ada benar-benar produktif. Dengan pengelolaan yang baik, pengaturan pola tanam, serta dukungan sarana produksi, potensi peningkatan hasil dinilai cukup besar.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya koordinasi antara penyuluh, dinas pertanian, dan pemerintah daerah agar berbagai kendala di lapangan, seperti kebutuhan alat dan mesin pertanian maupun pengelolaan air, dapat segera diatasi.

“Jika ditemui permasalahan, misalkan kurang alat atau kurang pupuk itu bisa dikoordinasikan dengan PPL yang ada di Kebupatan Kutai Barat ini,” ucapnya.

Kementerian Pertanian, lanjutnya, siap mendukung melalui berbagai program yang dapat disinergikan dengan kebutuhan daerah. Namun, langkah awal yang harus dilakukan adalah memastikan seluruh lahan baku sawah di Kutai Barat benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Dengan penguatan peran PPL dan keterlibatan aktif kelompok tani, Kubar diharapkan mampu meningkatkan produksi padi secara bertahap sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Lantaran jumlah penduduk Kubar mencapai 189 ribu, sementara produksi lokal masih jauh dari harapan.

“Karena dengan penduduk 189 ribu jiwa, itu memerlukan sekitar itu 20 ribuan ton per tahun. Jika Kutai Barat mempunyai lahan sawah sekitar 2.000-2.500 hektare maka bisa memenuhi konsumsi beras dari produksi Kutai Barat selain dari padi gunung,” ujar Anny.

Rekomendasi Berita