Kementan Tawarkan Program Cetak Sawah Rakyat untuk Perkuat Pangan di Kutai Barat

  • 21 Feb 2026 21:54 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kementerian Pertanian (Kementan) RI menawarkan program cetak sawah rakyat bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang memiliki lahan potensial. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk meningkatkan produksi padi lokal agar daerah tidak terus bergantung pada pasokan pangan dari luar wilayah.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Anny Mulyani, menjelaskan bahwa program ini terbuka bagi pemilik lahan yang memiliki potensi untuk dijadikan area persawahan. Namun, sebelum pengerjaan dimulai, akan dilakukan tahap Survey Investigation Design (SID) guna memastikan kelayakan teknis lahan tersebut.

Ia menjelaskan, proses cetak sawah baru ini akan difokuskan pada lahan-lahan milik masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria pertanian. Melalui SID, tim ahli akan memetakan lokasi mana saja yang memungkinkan untuk dibangun sistem irigasi dan diolah menjadi sawah produktif.

"Cetak sawah rakyat itu adalah mencetak sawah di lahan-lahan milik masyarakat yang memiliki potensi. Nanti dilakukan SID dulu untuk menentukan mana yang bisa jadi sawah dan mana yang tidak," ujar Anny Mulyani saat meninjau persawahan Rapak Oros, di kecamatan Linggang Bigung, Kubar, Sabtu, 21 Februari 2026.

Selain pencetakan lahan baru, Kementerian Pertanian menyiapkan berbagai skema bantuan infrastruktur pendukung seperti irigasi perpompaan bagi lahan yang memiliki potensi sumber air di lokasi yang lebih rendah dari area pertanian.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan embung serta dam parit bagi wilayah dengan karakteristik lahan kering agar air dapat naik dan mengaliri persawahan. Di samping itu, terdapat program optimasi lahan rawa berupa normalisasi saluran dan pembangunan pintu-pintu air pada lahan yang sering tergenang.

“Program untuk bantuan irigasi perpompaan atau bikin embung tadi dam tapi yang jelas harus ada airnya. Misalkan padi gunung itu lahan kering tetapi ada potensi airnya itu bisa dimasukkan menjadi program untuk irigasi perpompaan, bikin dam parit atau yang penting bisa air naik ke lahan,” katanya.

Mengejar Kemandirian Pangan Lokal

Program ini mendesak untuk dilakukan mengingat Kutai Barat membutuhkan sekitar 20.000 ton beras per tahun untuk memenuhi konsumsi 189 ribu jiwa penduduknya. Anny menilai, jika Kubar mampu mengoptimalkan setidaknya 2.500 hektare lahan sawah, maka kemandirian pangan lokal dapat tercapai.

“Hasil panen di sini belum maksimal, seperti kita lihat dari luasan total baku sawah, ternyata sawahnya 1.800 hektare. Sebagian ada yang pakai sayuran, sawit, jadi untuk sawahnya sendiri belum optimal. Kemudian tanamnya juga baru sekali itu yang perlu dorongan dari para PPL di sini untuk mengoptimalkan lahan-lahannya,” ucap Anny menerangkan.

Kementan juga mengimbau para petani dan kelompok tani untuk aktif berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat. Koordinasi ini penting untuk mendata kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan) serta memastikan kendala di lapangan, seperti masalah pupuk atau keasaman tanah, dapat segera tertangani melalui program bantuan pusat.

Rekomendasi Berita