Kemendagri Dorong Koperasi Merah Putih Kubar Suplai Bahan Pangan MBG
- 15 Feb 2026 00:52 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan. Untuk itu pemerintah daerah didorong memastikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mampu menyerap produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal sebagai bahan baku utama.
Hal ini ditegaskan oleh Analis BSKDN Kemendagri, Ira Hayatunisma, dalam forum diskusi Strategi Penguatan SDM di Aula ATJ, Kantor Pemkab Kubar, Kamis 12 Februari 2026. Menurutnya, MBG adalah peluang emas bagi petani lokal untuk mendapatkan kepastian pasar.
“Nah, tolong kalau bisa itu diarahkan produk-produk masyarakat yang ada itu menjadi suplai. Di beberapa daerah suplainya itu nggak ngambil ke luar. Jadi si MBG-nya itu ngambilnya pasti di tempatnya sendiri,” ujar Ira.
Ira menyoroti kebiasaan mendatangkan pangan dari luar daerah seperti Sulawesi atau Jawa. Dengan MBG, Pemkab Kubar melalui Dinas Pertanian serta Dinas Perdangan dan Koperasi diminta memetakan potensi lokal agar bahan baku tidak lagi "impor" dari luar daerah.
"Jangan sampai bahan baku Makan Bergizi Gratis ini justru diambil dari luar daerah lagi. Koperasi Merah Putih dan BUMD harus hadir sebagai jembatan. Petani lokal kita suruh tanam sayur, ternak ayam, dan budidaya ikan, lalu hasilnya diserap koperasi untuk menyuplai program ini," katanya.
| Baca juga: Program MBG Jangkau 26 Sekolah di Kubar |
Ia mencontohkan komoditas telur dan susu yang permintaannya akan melonjak tajam. “Contohnya dari telur saja itu bisa untung, karena telur itu seminggu harus dua kali. Kemudian susu. Jadi kalau mau usaha ternak, itu ternak ayam petelur atau sapi perah,” ucapnya.
KDKMP Bukan Sekadar Simpan Pinjam
Ira mengingatkan agar KDKMP di Kutai Barat difungsikan sebagai agregator produk lokal, bukan sekadar lembaga simpan pinjam yang pasif. Koperasi harus memiliki fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan (storage) agar kualitas produk petani tetap terjaga.
"Koperasi Merah Putih itu tugasnya itu ngambilin barang-barang dari petani, dari peternak dijual di situ dari tangan pertama. Karena kalau sudah tangan kesekian enggak bakal murah. Makanya harus punya juga gudang storage segala macam," kata Ira, tegas.

Meskipun konsep ini ideal, Ira mengakui tantangan terbesar ada pada kualitas SDM daerah dalam menerjemahkan visi Presiden ke aksi nyata. Ia mendorong kolaborasi lintas dinas untuk menangani masalah pemasaran dan standarisasi.
"Memang kalau cara berpikirnya Pak Prabowo itu jauh banget. Kalau orang-orang yang tidak paham itu mikir pemborosan. Terus gap untuk gagalnya itu besar karena SDM yang menerjemahkan kemauannya Pak Presiden itu levelnya masih kurang," ujarnya blak-blakan.
Melalui sinergi MBG dan KDKMP, Pemkab Kubar diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi mandiri, di mana gizi anak sekolah terpenuhi dari hasil bumi petani lokal, sekaligus memastikan roda ekonomi desa berputar tanpa henti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....