Wabup Nanang: Kopdes Merah Putih Harus Perkuat Produk Lokal

  • 21 Jan 2026 07:06 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Wakil Bupati Kutai Barat (Kubar), Nanang Adriani, menegaskan pentingnya sinergi antara sektor pertanian dengan keberadaan Koperasi Merah Putih di wilayah tersebut. Koperasi ini diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk menyerap hasil bumi masyarakat sekaligus memberikan kepastian harga di tingkat petani.

"Jika kita punya produk pertanian, gerai-gerai Koperasi Merah Putih yang sedang dibangun ini bisa memfasilitasi penerimaan hasil panen warga. Ada relevansi yang sangat kuat antara pengembangan pertanian dengan keberadaan koperasi ini," ujar Nanang Adriani dalam forums diskusi RKPD di Sendawar, Senin 19 Januari 2026.

BACA JUGA:

Wabup Kubar Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan klasik yang dihadapi petani di pedalaman Kutai Barat, yakni rantai distribusi yang terlalu panjang dan permainan harga oleh tengkulak. Dengan adanya gerai koperasi sebagai off-taker (pembeli siaga), petani diharapkan mendapatkan nilai tukar yang lebih adil dan keuntungan yang lebih besar.

Nanang menjelaskan bahwa keberadaan gerai-gerai tersebut tidak hanya sekadar toko fisik, tetapi juga sebagai pusat distribusi produk unggulan lokal. Sinergi ini dipandang krusial mengingat data menunjukkan sekitar 77 persen penduduk Kutai Barat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan.

"Intinya, jika kita ingin sektor pertanian memberikan jaminan ekonomi ke depan, maka fokus kita harus utuh dari hulu ke hilir. Petani fokus menanam dan meningkatkan kualitas produk, sementara Koperasi Merah Putih membantu dalam hal penyerapan dan pemasaran," katanya.

BACA JUGA:

Koperasi Merah Putih Diharap Tingkatkan Ekonomi Kampung

Optimisme ini juga didukung oleh Dinas Pertanian Kutai Barat yang terus mendorong diversifikasi komoditas seperti sawit mandiri, karet, hingga kopi. Dengan adanya wadah resmi seperti koperasi, produk-produk ini diharapkan memiliki daya tawar lebih tinggi, terutama dalam menyongsong peran Kubar sebagai mitra penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat berharap integrasi ini menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor tambang, tetapi juga pada kemandirian sektor agroindustri melalui pemberdayaan koperasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....