Potensi Kopi Liberika IKN Dikembangkan Menuju Standar Kualitas Global
- 03 Feb 2026 16:28 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) menggelar pelatihan intensif bagi petani kopi Liberika di kawasan Agro Wisata Sukaraja, Kecamatan Sepaku. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing kopi lokal di wilayah penyangga IKN agar mampu memenuhi standar kualitas tinggi dan memiliki nilai jual yang lebih kompetitif di pasar nasional maupun internasional.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diikuti lebih dari 20 petani dari Desa Sukaraja, Desa Semoi, dan Desa Tengin Baru. Fokus utama pelatihan adalah pada manajemen pascapanen, yang selama ini menjadi faktor penentu konsistensi rasa dan aroma kopi.
BACA JUGA:
Kopi Liberika Sepaku: Asa Baru Petani IKN
Direktur Ketahanan Pangan Otorita IKN, Setia Lenggono, menegaskan bahwa penguatan kapasitas petani adalah kunci kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar IKN. Ia berharap kopi lokal tidak hanya menjadi komoditas konsumsi rumahan, tetapi memiliki nilai tambah yang signifikan.
"Kami ingin memastikan petani memiliki keterampilan memadai dalam proses pascapanen. Dengan kualitas yang konsisten, kopi lokal akan memiliki nilai tambah di pasar dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat," ujar Setia Lenggono dalam keterangannya, Senin, 2 Februari 2026.

Untuk memastikan materi yang diberikan relevan dengan standar industri, OIKN menghadirkan Edi Kuncoro dari P4S Rubath Kopi Jombang sebagai mentor. Peserta dibekali teknik best practice mulai dari sortasi, fermentasi, hingga pemasaran.
BACA JUGA:
Pecahkan Rekor MURI, Kopi Liberika IKN Tembus Pasar Global
Edi Kuncoro menekankan bahwa kesalahan kecil dalam pengolahan bisa merusak potensi genetik biji kopi terbaik. "Jika proses pascapanen dilakukan dengan benar, petani bisa menghasilkan kopi kategori specialty grade. Ini akan mendongkrak harga jual jauh lebih tinggi dibandingkan pengolahan tradisional," kata Edi.
Bagio, salah satu petani asal Desa Tengin Baru, mengaku pelatihan ini mengubah pola pikirnya yang selama ini hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun.
"Saya baru paham pentingnya menjaga konsistensi rasa melalui tahapan pascapanen yang benar. Ini membuka peluang bagi kami untuk menjual kopi dengan harga yang jauh lebih baik," ucapnya optimistis.
Kepala Sekretariat Kerja Bersama KOPERBI IKN, Syachman Perdymer, menambahkan bahwa dukungan BI merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan UMKM berbasis potensi lokal. Melalui sinergi ini, IKN diharapkan tidak hanya menjadi pusat pemerintahan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi inklusif yang mengangkat produk unggulan masyarakat setempat seperti kopi Liberika.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....