Samuel Wattimena Dorong Desa Wisata Gali Keunikan Daerah
- 27 Mar 2026 18:19 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang: Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena meminta pelaku industri kreatif termasuk desa wisata, untuk memahami keunikan produk atau potensi yang dimiliki daerahnya. Hal itu agar pelaku industri kreatif termasuk desa wisata, dapat menyelenggarakan event yang dapat berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata.
“Event penyelenggaraan menjadi kurang karena belum menguasai apa yang dimiliki. Waktu satu tempat menyelenggarakan event, Benchmark mereka adalah tempat lain. ,” kata Samuel usai Bimtek “Sosialisasi Strategi Promosi dan Pemasaran Event Daerah” di Wujil Resort and Convention Ungaran, Jumat 27 Maret 2026.
Menurut dia, kalau sistem manajemennya boleh, tetapi didalam menggali keunikannya tidak bisa. Ini karena setiap tempat memiliki kelebihannya sendiri.
Samuel menerangkan melalui Bimtek bersama Kementerian Pariwisata RI ini salah satunya untuk melatih mengenali potensi daerah masing-masing. Selain itu Samuel juga meminta pelaku desa wisata untuk “Work Smart” dan tidak hanya “Work Hard”.
“Bahwa seseorang itu melakukan wisata kalau ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda dari tempat dimana mereka tinggal. Yang berbeda ini tidak hanya pada kekayaan alamnya, tetapi juga gaya hidup dari suatu desa wisata,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, pelaku desa wisata sering kali tidak percaya diri atas keunikan gaya hidup di desa mereka. “Mereka selalu berusaha menjadi bagian dari kota besar, padahal bagian dari desa justru merupakan nilai yang unik,” ungkapnya.

Jika desa wisata tidak mengemas potensi keunikan dengan baik, maka menurut Samuel akan membuat para wisatawan tidak akan memiliki pengalaman berwisata. “Kekayaan wisata atau gaya hidup di suatu daerah ini yang menjadi penting, jadi story telling, menceritakan keberadaan keunikan desa wisata mereka, ini harus (dilakukan) secara bertahap,” ujarnya.
Sementara itu Plt Deputi Bidang Pegembangan Penyelenggara Kegiatan Event Kementerian Pariwisata RI Vinsensius Jemadu mengatakan, Indonesia menjadi pasar berbagai event Internasional yang tidak berdampak signifikan bagi Indonesia. Sehingga pihaknya akan menaikan kelas event-event yang ada di Indonesia, terutama event yang berbasis pada budaya, alam dan sport.
“Event-event kita tidak kalah dengan event-event yang ada di luar negeri dan kita ingin event-event daerah diangkat, ditingkatkan standarnya menjadi nasional yang kemudian pada saatnya nanti akan menjadi event internasional. Sehingga event-event itu dapat memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal,” bebernya.
Ia mengakui meski Indonesia memiliki banyak event, namun belum bisa memaksimalkan dari sisi promosi dan pemasaran. Vinsensius menerangkan, melalui Bimtek ini diharapkan pelaku industri kreatif dapat memaksimalkan promosi melalui berbagai platform dan memanfaatkan Artificial Intelligence (AI), agar eksposurnya lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....