Turis Mancanegara Terpesona Wisata Heritage Stasiun Tuntang
- 29 Jan 2026 14:07 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Suasana Stasiun Tuntang, Kabupaten Semarang, kian semarak oleh kehadiran wisatawan mancanegara yang menikmati pengalaman wisata heritage melalui perjalanan kereta uap klasik Ambarawa–Tuntang. Perjalanan pulang–pergi berdurasi sekitar satu jam ini menjadi daya tarik tersendiri bagi turis asing yang ingin merasakan sensasi nostalgia di tengah panorama alam khas Jawa Tengah.
Setibanya di Stasiun Tuntang, wisatawan luar negeri disambut nuansa lokal yang hangat dan autentik. Mereka tampak antusias menikmati beragam aktivitas, mulai dari mencicipi kuliner tradisional seperti jamu segar dan bubur hangat.
Mereka juga menyaksikan pertunjukan tarian daerah, hingga berburu foto di berbagai sudut stasiun yang instagrammable dengan latar arsitektur klasik dan kehidupan masyarakat setempat. Tak hanya itu, pengalaman wisata semakin lengkap dengan hadirnya wisata perahu di kawasan Stasiun Tuntang.
Turis asing terlihat menikmati susur sungai Tuntang menggunakan perahu yang beroperasi pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Dengan tarif promo Rp10.000 per orang untuk durasi 20 menit, wisata ini menawarkan pengalaman unik, termasuk menikmati ikan segar hasil tangkapan langsung dari sungai saat berada di atas perahu.
Antusiasme wisatawan mancanegara juga terlihat sejak perjalanan kereta uap dari Stasiun Ambarawa. Seorang wisatawan asal Inggris mengaku terkesan dengan perjalanan yang ia rasakan.
“Tentu saja, pengalaman ini luar biasa dan sangat menyenangkan. Ini adalah kunjungan pertama saya ke Indonesia," ujarnya. Sementara pasangan wisatawan asal Hong Kong dan Australia menilai perjalanan tersebut sangat autentik dan berkesan.
“Perjalanan dengan kereta ini sangat menyenangkan dan benar-benar autentik. Kami pernah mencoba perjalanan serupa di negara lain, tetapi gerbong kereta ini kondisinya jauh lebih baik.” ungkap mereka.
Selain menikmati perjalanan, wisatawan asing juga menyempatkan diri mengunjungi Museum Kereta Api Ambarawa. Bangunan cagar budaya ini menyimpan berbagai koleksi sarana perkeretaapian heritage, mulai dari lokomotif uap, lokomotif diesel, hingga kereta ikonik yang menjadi daya tarik edukatif bagi pengunjung dari berbagai negara.
VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, mengatakan perjalanan kereta uap Ambarawa–Tuntang bukan sekadar wisata, tetapi juga sarana edukasi dan kebanggaan nasional. “Perjalanan dengan kereta uap Ambarawa–Tuntang menghadirkan memori, edukasi, dan kebanggaan terhadap warisan perkeretaapian Indonesia,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima, Kamis, 29 Januari 2026.
Melalui rangkaian wisata kereta uap, Museum Ambarawa, dan aktivitas berbasis kearifan lokal di Stasiun Tuntang, KAI Wisata berharap kawasan ini terus menjadi magnet pariwisata berkelanjutan. Hal ini sekaligus menguatkan citra Ambarawa–Tuntang sebagai ikon heritage nasional yang membanggakan Indonesia di mata dunia.
Kawasan Ambarawa–Tuntang menjadi destinasi paket lengkap yang diminati wisatawan global. “Kami memposisikan Ambarawa–Tuntang sebagai destinasi yang menyatukan sejarah, alam, budaya, dan pengalaman emosional, ini adalah storytelling nyata tentang Indonesia yang ramah dan kaya makna,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....