Konten Influencer Bisa Dongkrak Pariwisata, Bisa Pula Jadi Bumerang
- 03 Jun 2026 15:55 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Kehadiran influencer dinilai mampu menjadi sarana promosi yang efektif bagi sektor pariwisata di era digital. Namun di sisi lain, konten yang tidak akurat atau menyesatkan berpotensi menjadi bumerang karena dapat memunculkan persepsi keliru yang merugikan pelaku usaha maupun destinasi wisata.
Perkembangan media sosial membuat arus informasi bergerak semakin cepat. Berbagai ulasan mengenai hotel, destinasi wisata, hingga pusat perbelanjaan kini dapat dengan mudah menjangkau masyarakat melalui platform digital. Kondisi tersebut memberikan peluang besar bagi sektor pariwisata untuk memperluas promosi.
Event Manager Hotel Rooms Inc Semarang, Sherly Tamoly, mengakui peran influencer cukup membantu meningkatkan eksposur dan kunjungan wisatawan ke Kota Semarang. Konten yang menarik dan informatif dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat untuk berkunjung.
Meski demikian, Sherly menilai tidak sedikit konten yang disampaikan dengan narasi berlebihan sehingga menimbulkan kesalahpahaman di kalangan calon wisatawan maupun tamu hotel.
"Namanya juga influencer sekarang banyak sekali. Apakah memang sesuai ahlinya atau ikut-ikutan ngonten, tapi disayangkan jika miss leading," katanya.
Menurut Sherly, sejumlah fasilitas yang disediakan hotel telah sesuai standar manajemen. Namun narasi yang terlalu berlebihan dalam sebuah ulasan kerap menimbulkan ekspektasi yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Dampak yang lebih besar pernah dirasakan saat proses pembangunan DP Mall yang terintegrasi dengan Hotel Rooms Inc Semarang. Saat itu, beredar konten yang memunculkan persepsi seolah aktivitas hotel terganggu akibat proyek pembangunan.
"Ada satu konten tentang pembangunan DP Mall yang menyebabkan beberapa tamu membatalkan reservasi. Mungkin mengira hotel tutup, parkir susah, dan lainnya. Padahal operasional hotel tetap berjalan normal," ujarnya.
Sherly berharap para influencer membuat konten sesuai bidang yang dikuasai sehingga memiliki pemahaman yang cukup terhadap produk maupun layanan yang diulas."Sehingga influencer menguasai materi dan product knowledge, penyampaian jadi tidak miss leading atau bernada negatif ke follower," ucapnya.
Fenomena serupa juga sempat terjadi di kawasan wisata heritage Lawang Sewu. Pada pertengahan Mei 2026, muncul konten viral yang menyebut pengelola Lawang Sewu akan membuang kucing liar dan memecat petugas yang memberi makan hewan tersebut.
Informasi tersebut kemudian diluruskan oleh pengelola. Manager of Asset Operation PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata), Moedji Setiono, menegaskan tidak pernah ada kebijakan pembuangan kucing maupun pemecatan petugas seperti yang beredar di media sosial.
"Kucing di Lawang Sewu bukan sekadar hewan liar. Mereka bagian dari ekosistem kawasan dan memberi nuansa hangat bagi pengunjung, bahkan jadi alasan khusus sebagian wisatawan datang," ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pengelola Lawang Sewu bersama komunitas pecinta hewan sepakat menggelar kegiatan edukasi dan kontes kucing. Hal itu menjadinbentuk kepedulian terhadap kesejahteraan hewan sekaligus pelestarian kawasan heritage.
Ketua Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang, Andy Sigit Prabowo, menilai influencer memiliki kontribusi besar dalam membantu promosi pariwisata melalui berbagai platform media sosial. Namun ia berharap para kreator tetap menjaga objektivitas saat menyampaikan informasi kepada publik.
"Karena ketika narasinya tidak sesuai, bisa disalahartikan oleh audience atau followers-nya. Jangan sampai kontennya merugikan pihak yang lain. Apalagi terkait dengan pekerjaan orang banyak," katanya.
Menurut Andy, semangat utama dalam membuat konten seharusnya tidak sekadar mengejar popularitas atau viralitas, tetapi juga memberikan manfaat dan mendukung perkembangan industri yang dipromosikan. Dengan informasi yang akurat dan berimbang, influencer dapat menjadi mitra strategis dalam membangun citra positif pariwisata sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....