Pengamat: Tim Amerika dan Eropa Masih Dominasi Peta Kekuatan Piala Dunia

  • 20 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Menjelang Piala Dunia 2026, sejumlah tim unggulan dunia terus mematangkan persiapan mereka demi meraih hasil maksimal. Pengamat sepakbola di Semarang, Alko Komari menilai peta kekuatan sepak bola saat ini masih didominasi negara-negara dari Benua Amerika dan Eropa.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara bersama RRI Semarang, Jumat, 20 Februari 2026. “Persiapan Brasil baik dengan hadirnya pelatih baru Carlo Ancelotti dan pemain utama timnas Brasil sehingga menjadi persiapan yang bagus bagi tim unggulan bagi benua Amerika,” katanya.

Menurut Alko, Brasil menunjukkan kesiapan yang cukup baik dengan hadirnya pelatih baru, Carlo Ancelotti. Kehadiran pelatih berpengalaman serta dukungan para pemain utama timnas menjadikan Tim Nasional Sepak Bola Brasil sebagai unggulan kuat dari kawasan Amerika.

Sementara itu, juara bertahan Tim Nasional Sepak Bola, Argentina juga memiliki gengsi besar untuk mempertahankan prestasi. Di Eropa, Tim Nasional Sepak Bola Prancis dinilai sudah berada di jalur yang tepat, sedangkan Tim Nasional Sepak Bola Spanyol disebut sangat siap menyambut turnamen empat tahunan tersebut.

Terkait format baru yang melibatkan 48 tim, Alko menilai perubahan ini menuntut konsistensi dan persiapan yang lebih matang. Aspek fisik pemain menjadi kunci utama karena jumlah pertandingan yang berpotensi lebih banyak dibanding edisi sebelumnya.

“Tentu dengan format baru dibutuhkan konsistensi, persiapan yang bagus, terutama fisik pemain. Dengan format baru, mereka tentu sudah mengantisipasi,” katanya.

Ia menambahkan, tim-tim besar tentu sudah mengantisipasi perubahan format tersebut dengan perencanaan jangka panjang. Kedalaman skuad dan rotasi pemain akan sangat menentukan kualitas dan daya saing di sepanjang turnamen.

Keuntungan juga dinilai akan berpihak pada negara tuan rumah seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Selain faktor dukungan publik, kedekatan geografis dan pemahaman terhadap kondisi stadion menjadi nilai tambah bagi tim-tim dari kawasan tersebut.

Dari sisi Indonesia, Alko menegaskan pentingnya membangun mentalitas pemain dan tim secara bertahap jika ingin bersaing di level dunia. Ia menilai proses pembentukan karakter, perencanaan usia pemain di bawah 25 tahun, serta pengelolaan naturalisasi yang tepat harus dilakukan secara konsisten. (ARITSU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....