Penataan Kawasan Sidotopo, Pemkot Magelang Pecah Konsentrasi Keramaian

  • 07 Okt 2026 15:58 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pemerintah Kota Magelang
  • Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang,
  • Alun-alun Kota Magelang.
  • Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan  Magelang Utara.

RRI.CO.ID, Kota Magelang: Pemerintah Kota Magelang mulai membangun ruang terbuka di kawasan Sidotopo, Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Magelang Utara, dengan nilai kontrak Rp5,3 miliar. Pembangunan ini diarahkan untuk mengurangi kepadatan aktivitas yang selama ini terkonsentrasi di kawasan selatan, terutama Alun-alun Kota Magelang.

“Penataan kawasan Sidotopo ini, untuk memecah keramaian yang selama ini terpusat di Alun-alun Kota Magelang. Penataan kawasan ini agar keramaian bisa merata,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Magelang, Wahidin Sektianto, Kamis 7 Oktober 2026

Wahidin mengatakan, penataan kawasan Sidotopo dilakukan secara bertahap dan dirancang dalam lima zona. Tahap pertama saat ini berupa pembangunan zona satu yang mencakup lapangan dan jogging track di atas lahan sekitar 8.000 meter persegi.

Kawasan tersebut nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas publik, antara lain jogging track, lapangan dan area bagi pelaku UMKM. Pemkot Magelang juga menyiapkan rencana pelaksanaan car free day untuk menghidupkan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.

Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Pengerjaan berlangsung selama tiga bulan, mulai 23 September hingga 28 Desember 2026, dengan fokus pembangunan lapangan dan jogging track di zona pertama.

“Pembangunan tahap pertama ini kita targetkan selama tiga bulan 23 September sampai 28 Desember 2026 mendatang. Untuk pengerjaan zona pertama dengan nilai kontraknya Rp 5,3 miliar,” katanya.

Wali Kota Magelang Damar Prasetyono mengatakan, penataan Sidotopo menjadi bagian dari upaya pemerintah kota menyeimbangkan aktivitas antarwilayah. Kawasan utara diarahkan agar lebih hidup sekaligus dapat menjadi ruang bagi pelaku industri kreatif.

“Selama ini memang daerah selatan terus yang ramai. Termasuk alun-alun sekarang sangat padat, sudah kelebihan kapasitas,” kata Damar.

Damar menambahkan, pemerataan aktivitas tersebut diharapkan mengurangi konsentrasi keramaian di wilayah selatan dan tengah. Kawasan Sidotopo dipilih untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka publik yang dapat menampung aktivitas masyarakat sekaligus mendukung kegiatan UMKM dan industri kreatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....