LHKP Muhammadiyah Jateng Bahas Tata Kelola MBG, Soroti Gizi dan Keamanan Pangan

  • 07 Okt 2026 07:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyangkut pembagian makanan, tetapi juga berkaitan dengan kualitas gizi, keamanan pangan, penggunaan anggaran negara, rantai pasok, hingga pengawasan program. Persoalan tersebut akan menjadi salah satu fokus Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Regional (PIKREG) II Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah di Kota Semarang.

Ketua LHKP PWM Jawa Tengah Jayusman Arief mengatakan MBG merupakan kebijakan strategis yang dampaknya jauh lebih luas daripada penyediaan makanan. Karena itu, pelaksanaannya perlu dikawal agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan tidak berhenti pada besarnya jumlah makanan yang disalurkan.

“MBG merupakan kebijakan strategis yang dampaknya jauh lebih luas daripada sekadar penyediaan makanan. Ada masa depan anak-anak, kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, ekonomi lokal, tata kelola anggaran dan keamanan pangan yang harus dikawal bersama,” kata Jayusman melalui rilis Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut Jayus, pelaksanaan kebijakan publik membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, berbasis data dan berpihak pada kepentingan masyarakat. Karena itu, PIKREG akan mempertemukan perspektif pemerintah, legislatif, akademisi, Muhammadiyah dan praktisi pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membedah pelaksanaan MBG secara lebih utuh.

Ia juga menilai ukuran keberhasilan MBG tidak cukup dilihat dari besarnya anggaran atau luasnya cakupan penerima manfaat. “Kebijakan harus dapat diukur manfaatnya, transparan dalam pelaksanaannya dan memiliki mekanisme pengawasan yang memungkinkan berbagai persoalan segera diperbaiki,” jelasnya.

PIKREG ditargetkan menghasilkan rekomendasi penguatan implementasi dan pengawasan MBG, jejaring kader dan pemangku kepentingan, serta rencana tindak lanjut berupa literasi, advokasi, pemantauan dan forum kebijakan di daerah.

Forum tersebut dijadwalkan berlangsung Sabtu, 10 Oktober 2026, di Hotel Grasia Kota Semarang dan diikuti sekitar 150 peserta. Mereka berasal dari kader LHKP Muhammadiyah se-Jawa Tengah, organisasi otonom Muhammadiyah, tokoh muda, anggota DPR/DPD/DPRD, akademisi, mahasiswa, praktisi, komunitas, pengelola SPPG, pemerintah/lembaga terkait serta pemerhati kebijakan publik.

Sejumlah narasumber dijadwalkan hadir, di antaranya Kepala Badan Gizi Nasional Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA yang membahas kebijakan, tata kelola, implementasi dan arah strategis MBG. Dari legislatif, Anggota DPR RI Komisi IX Dr. H. Muh. Haris, M.Si. akan membahas pengawasan kebijakan, kesehatan, gizi dan pembangunan sumber daya manusia melalui MBG.

Perspektif Muhammadiyah akan disampaikan Dr. M. Nurul Yamin, M.Si., Ketua MPM PP Muhammadiyah sekaligus Direktur BPPGM PP Muhammadiyah, serta Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. dari PWM Jawa Tengah. Sementara perspektif akademik disampaikan Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), sedangkan praktisi SPPG akan membahas persoalan lapangan seperti standar operasional, keamanan pangan, manajemen dapur, distribusi dan pengendalian mutu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....