Agustina Pimpin Penyiraman Jalan, Tekan Dampak Asap TPA Jatibarang
- 06 Okt 2026 21:01 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memimpin penyimpanan jalan untuk mengurangi paparan debu dan asap di permukiman warga sebagai dampak kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang pada Senin malam, 5 Oktober 2026. Kebakaran yang berlangsung sejak Rabu 30 September 2026 itu masih memerlukan penanganan lanjutan, terutama untuk mengendalikan bara dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Penyiraman berkala dilakukan untuk menekan debu di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan (resuspensi) dan terhirup warga maupun pengguna jalan. Debu hasil pembakaran sampah dapat mengandung partikel halus PM2,5 serta senyawa seperti PAH, karbon hitam, dan logam berat yang berpotensi mengganggu kesehatan, termasuk saluran pernapasan dan sistem kardiovaskular.
“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ. Ada tiga hal yang harus kita pastikan bersama: pemadaman tuntas hingga titik asap hilang, pencegahan timbulnya titik api baru, dan yang paling krusial adalah melindungi kesehatan masyarakat dari dampak debu serta asap,” tegasnya.
Agustina mengatakan, penyiraman yang dimulai pukul 21.00 WIB melibatkan puluhan personel dan armada tangki gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kodim.
Kegiatan ini turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Semarang, para asisten Sekda, dan pimpinan perangkat daerah teknis terkait. Penyiraman menyasar lima jalur utama di kawasan permukiman. Rute pertama melintasi Jalan Untung Suropati, dari kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang.
Kemudian berlanjut dari SMAN 7 menuju SDN Ngaliyan 04 hingga Perumahan Luxury Grand. Tim juga menyisir jalur dari pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur, Jalan Gatot Subroto di kawasan Klampisan dari pertigaan Pasadena ke utara hingga lampu merah Purwoyoso, serta jalur dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.
Selain penyiraman jalan, Agustina memastikan layanan kesehatan dan bantuan bagi warga di kawasan terdampak tetap berjalan. Posko Dapur Umum Mobile dan Ambulance Hebat disiagakan. Ini disertai pemantauan kondisi kesehatan warga di Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.
Wali kota juga mengingatkan seluruh personel yang bertugas di lapangan agar tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Apresiasi kepada tim gabungan lintas sektor yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
Mereka meliputi BPBD Kota Semarang, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, DPU, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta relawan masyarakat. Penanganan juga didukung penggunaan drone thermal dari Sat Brimob Polda Jawa Tengah dan keterlibatan Karang Taruna, PSM, Linmas, FPRB, serta LPMK.
Berdasarkan laporan Situation Report (SITREP) BPBD Kota Semarang per Selasa 6 Oktober 2026, area terdampak kebakaran di Zona 1, 2, dan 3 semula mencapai sekitar 10 hektare. Area titik panas yang masih terpantau kini berkurang menjadi 0,163 hektare atau sekitar 1.630 meter persegi.
Agustina menuturkan, penurunan ini menjadi perkembangan dalam penanganan kebakaran, sementara proses pendinginan dan pemantauan tetap dilanjutkan untuk mencegah munculnya titik api baru. “Penanganan akan terus kami lanjutkan hingga bara dapat dik# kondisi lingkungan di sekitar TPA Jatibarang semakin pulih,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....