Borobudur Jadi Percontohan Zona Karbon Netral, Pengunjung Dapat Berkontribusi

  • 06 Okt 2026 08:24 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Candi Borobudur
  • arbon Neutral Zone
  • Injourney Destination Management
  • Pertamina  New & Renewable Energy

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Kawasan Candi Borobudur menjadi proyek percontohan penerapan Carbon Neutral Zone atau zona karbon netral. Pengunjung nantinya dapat ikut berkontribusi mengurangi emisi karbon melalui pembelian kredit karbon yang terintegrasi dengan tiket masuk secara daring.

Direktur Utama Pertamina New & Renewable Energy John Anis mengatakan Borobudur dipilih karena memiliki posisi penting sebagai destinasi kebanggaan Indonesia sekaligus salah satu pintu masuk ke panggung dunia.

“Candi Borobudur ini merupakan kebanggaan Bangsa Indonesia dan dunia, selain itu Candi Borobudur merupakan salah satu pintu masuk panggung dunia,” kata John Anis usai peresmian kerja sama pengembangan zona karbon netral di Candi Borobudur, Senin 5 Oktober 2026.

Kerja sama Pertamina New & Renewable Energy dengan Injourney Destination Management selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko diarahkan untuk melibatkan pengunjung dalam upaya pengelolaan lingkungan, terutama pengurangan emisi karbon di kawasan Borobudur.

John mengatakan konsep tersebut diharapkan membuka ruang bagi pengelola kawasan, pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan untuk mengambil bagian dalam upaya menjaga lingkungan. Penerapannya antara lain melalui pengembangan pembangkit listrik yang lebih ramah lingkungan dan peningkatan konservasi alam.

Program Carbon Neutral Zone tersebut tidak hanya diterapkan di Borobudur. Pertamina New & Renewable Energy menyiapkannya untuk diperluas ke sejumlah kawasan strategis nasional, di antaranya kawasan ekonomi kreatif (KEK) Sanur dan Nusa Dua di Bali, KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, serta Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Operasi Injourney Destination Management Indung Purwita Jati mengatakan kontribusi pengunjung untuk mendukung program tersebut bersifat sukarela. Nilainya sebesar Rp6.000 dan akan ditawarkan melalui tiket masuk Candi Borobudur yang dibeli secara daring.

“Secara teknis nanti akan ada kontribusi bagi para pengunjung yang berkunjung di kawasan Candi Borobudur dalam bentuk rupiah untuk tiket online. Kontribusi ini diberlakukan secara sukarela,” katanya.

Indung menambahkan kontribusi pengunjung tersebut menjadi bagian dari penerapan konsep netral karbon sekaligus upaya meningkatkan kesadaran wisatawan mengenai pentingnya pengurangan emisi dan pelestarian lingkungan. Dengan skema itu, pengunjung tidak hanya datang menikmati kawasan candi, tetapi juga memiliki pilihan untuk ikut mendukung upaya pengelolaan lingkungan. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....