Komisi VII DPR Dorong Pelabuhan Tanjung Emas Makin Aman dan Nyaman bagi Wisatawan

  • 18 Sep 2026 12:04 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terus didorong untuk meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan layanan bagi penumpang, seiring perannya sebagai salah satu pintu masuk wisatawan ke Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat mengunjungi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Kamis, 17 September 2026.

Ia pun mengapresiasi keberadaan terminal dan layanan pelabuhan yang mendukung mobilitas wisatawan nusantara maupun mancanegara. Menurutnya, Pelabuhan Tanjung Emas memiliki posisi strategis dalam mendukung sektor pariwisata Jawa Tengah, termasuk kunjungan wisatawan menuju sejumlah destinasi seperti kawasan Borobudur.

Bambang menilai aspek keselamatan dan keamanan perlu terus diperkuat, tidak hanya dari sisi kelaiklautan kapal, tetapi juga melalui pengamanan dan sterilisasi kawasan pelabuhan. “Sterilisasi area pelabuhan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah masuknya penumpang yang tidak terdeteksi dan berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian data manifes,” katanya.

Bambang berharap penguatan keamanan dan pelayanan tersebut dapat semakin memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang menggunakan Pelabuhan Tanjung Emas.

Upaya tersebut juga dinilai perlu diiringi edukasi kepada masyarakat. Dengan demikian, regulator, operator, dan pengguna jasa sama-sama memahami pentingnya menjaga keamanan serta ketertiban selama berada di kawasan pelabuhan.

Sementara, General Manager Pelindo Tanjung Emas Semarang, S Joko mengatakan, pihaknya siap memperkuat proses sterilisasi di kawasan pelabuhan sekaligus memastikan kesesuaian data penumpang dengan manifes.

“Nanti kami mulai melakukan namanya sterilisasi di pelabuhan. Jadi sebelum masuk ke kapal itu kami sudah cek semua. Yang punya tiket, yang punya identitas yang boleh naik di atas kapal, yang boleh masuk terminal,” katanya.

Selain pemeriksaan penumpang, Pelindo juga memperhatikan aspek keselamatan kapal. Setiap kapal yang beroperasi telah memenuhi sertifikasi kelaiklautan dari Biro Klasifikasi Indonesia serta menjalani pemeriksaan teknis sebelum Surat Persetujuan Berlayar diterbitkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....