Lula Kamal Serap Aspirasi Peserta JKN, Ingatkan Pentingnya Kepesertaan Aktif

  • 05 Okt 2026 08:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Lebih dari 280 juta penduduk Indonesia telah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Lula Kamal, mengingatkan pentingnya menjaga kepesertaan tetap aktif agar perlindungan kesehatan masyarakat terus berjalan, terutama ketika peserta membutuhkan layanan berbiaya tinggi.

Lula menyampaikan hal tersebut saat menyerap aspirasi dari empat komunitas di Kota Semarang. Menurutnya, masukan dari peserta diperlukan untuk mengevaluasi sekaligus meningkatkan kualitas layanan Program JKN.

“Tak hanya aspirasi, akan diterangkan juga program-program apa saja yang ada dan dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN. Ingat BPJS Kesehatan milik rakyat jadi harus dijaga dan disayang. Jangan sampai kemudian jatuh sakit tidak memiliki perlindungan apapun,” ujar Lula dalam sambutannya pada kegiatan Audiensi dan Serap Aspirasi bersama Komunitas Semarang dalam Rangka Penguatan Penyelenggaraan Program JKN.

Lula menjelaskan, seluruh penduduk Indonesia wajib terdaftar aktif sebagai peserta JKN. Sementara bagi fakir miskin dan anak terlantar, pembiayaan kepesertaannya ditanggung melalui mekanisme pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Program JKN ibarat celengan, bagi peserta yang rajin membayar iuran akan menjadi celengan bagi peserta yang jatuh sakit. Bisa dibayangkan satu orang sakit jantung yg menanggung 3000 orang sehat, sekali cuci darah akan menghabiskan banyak biaya sedangkan sebagai peserta JKN cukup membayar iuran Rp.35.000 sebulan,” ucapnya dalam rilis yang diterima Senin 5 Oktober 2026.

Ia menegaskan, JKN dibangun dengan prinsip gotong royong antara peserta yang sehat dan peserta yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan. Karena itu, program tersebut bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk perjanjian dan kontribusi bersama masyarakat dalam menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan.

Untuk memudahkan peserta mendapatkan layanan, BPJS Kesehatan menyediakan sejumlah fasilitas, termasuk Aplikasi Mobile JKN dengan fitur antrean online. Peserta dapat datang sesuai perkiraan waktu layanan tanpa harus mengantre sejak pagi. Jika menghadapi kendala di rumah sakit, peserta juga dapat menyampaikan keluhan melalui petugas BPJS Siap Membantu (BPJS Satu!).

Empat komunitas yang mengikuti kegiatan tersebut masing-masing mewakili Paguyuban Prolanis Klinik Delima Sehat Semarang, Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) Kota Semarang, Komunitas UMKM Gerakan Terintegrasi Koperasi dan Usaha Mikro (Geraikopimi) Semarang, serta Forum Kesehatan Kelurahan.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Semarang, Debbie Nianta Musigiasari, mengatakan pengalaman langsung peserta menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan Program JKN. Kehadiran komunitas Prolanis, menurutnya, juga menunjukkan bahwa penyakit kronis dapat dikelola sehingga kualitas hidup peserta tetap terjaga.

“Dengan menyampaikan pengalaman yang nyata pada serap aspirasi kali ini, semoga yang telah baik tetap berjalan dengan baik dan apa yang kurang dalam Program JKN ini dapat kami evaluasi untuk perbaikan kedepannya,” ucap Debbie.

“Saya juga berharap seluruh peserta JKN agar terus terdaftar aktif, dengan rutin membayarkan iuran atau mengaktifkan fitur autodebet iuran. Bagi pelaku usaha juga senantiasa memberikan perlindungan bagi pekerja dan anggota keluarganya,” tutup Debbie.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....