Muslimat NU Harus Ikut Tentukan Arah Pembangunan Kabupaten Pekalongan
- 04 Okt 2026 15:46 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Muslimat NU Harus Turut Tentukan Arah Pembangunan Kabupaten Pekalongan
- Rekomendasi dari organisasi perempuan seperti Muslimat NU penting karena persoalan pembangunan tidak cukup diselesaikan pemerintah sendiri.
RRI.CO.ID, Pekalongan – Pemerintah Kabupaten Pekalongan membuka ruang lebih besar bagi Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) untuk ikut menentukan arah pembangunan daerah. Organisasi perempuan NU itu diminta tidak hanya menjadi pelaksana program sosial, tetapi juga memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah.
Hal tersebut disampaikan Plt. Bupati Pekalongan H. Sukirman saat membuka Konferensi Cabang IX Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Masa Khidmat 2021-2026. Konferensi berlangsung di Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Kajen, Minggu 4 Oktober 2026.
Sukirman secara terbuka mengaku pemerintah membutuhkan masukan Muslimat NU, terutama menyangkut pemberdayaan perempuan, peningkatan prestasi generasi muda, hingga pembangunan generasi yang tangguh.
“Pemerintah Kabupaten Pekalongan sangat-sangat mengharapkan, sangat-sangat membutuhkan rekomendasi dari Ibu-ibu Muslimat dalam kerangka untuk terus membangun Kabupaten Pekalongan,” tegasnya.
Menurutnya, rekomendasi dari organisasi perempuan seperti Muslimat NU penting karena persoalan pembangunan tidak cukup diselesaikan pemerintah sendiri. Peran organisasi masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menjangkau langsung kebutuhan warga.
Sukirman menyebut kontribusi Muslimat NU telah terlihat dalam sejumlah agenda pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, penurunan pengangguran terbuka, hingga percepatan penurunan stunting.
Ia menilai capaian pembangunan daerah tidak lepas dari keterlibatan organisasi perempuan yang memiliki jaringan hingga tingkat masyarakat bawah.
“Berbagai macam program pengentasan kemiskinan, Muslimat andil di dalamnya. Pengangguran terbuka, penurunan pengangguran terbuka, Muslimat andil di dalamnya. Pengentasan stunting juga Muslimat NU,” katanya.
Karena itu, Sukirman mendorong penguatan sinergi antara pemerintah dengan Muslimat NU, Fatayat NU, IPPNU, Aisyiyah, PKK, Dharma Wanita dan organisasi perempuan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan sosial.
Di sisi lain, Ketua PCNU Kabupaten Pekalongan KH Muslikh Khudlori mengapresiasi kontribusi Muslimat NU dalam bidang keagamaan, sosial dan pendidikan anak usia dini. Ia meminta soliditas organisasi tetap dijaga dan arah perjuangan Muslimat NU tidak keluar dari garis perjuangan Nahdlatul Ulama.
“Muslimat jangan neko-neko, Muslimat harus tetap dengan NU, Muslimat bersama-sama dengan NU berjalan di atas rel yang sudah ditentukan,” tegasnya.
Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah Prof. Hj. Ismawati Hafidh juga menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam setiap gerak organisasi. Menurutnya, program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat harus tetap berlandaskan nilai-nilai tersebut.
Ia sekaligus mendorong Muslimat NU Kabupaten Pekalongan memperkuat kemandirian ekonomi hingga tingkat ranting dan menjadikan Kabupaten Pekalongan sebagai contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah.
“Saya berharap Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan bisa menjadi contoh Muslimat Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah dalam hal perekonomiannya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Pekalongan Hj. Sumarwati mengatakan Konferensi Cabang IX bukan sekadar agenda lima tahunan. Forum tersebut menjadi ruang tertinggi organisasi di tingkat kabupaten untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan program dan arah kebijakan ke depan.
Selama masa khidmat 2021-2026, Muslimat NU Kabupaten Pekalongan mencatat sejumlah capaian. Di antaranya berdirinya gedung PC Muslimat NU di Jalan Mandurorejo Kajen, keberadaan 19 PAC dan 330 ranting, serta pengelolaan 325 lembaga pendidikan anak usia dini.
Berbagai program sosial, kesehatan, lingkungan, pendidikan inklusif dan pemberdayaan masyarakat juga terus dijalankan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Konferensi Cabang ini bukanlah sekadar agenda rutin lima tahunan, tetapi forum musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten sebagai momentum strategis untuk melakukan refleksi, mengevaluasi program kerja, serta merumuskan langkah nyata ke depan,” kata Sumarwati.
Ketua Panitia Konferensi IX Hj. Nisrohah berharap forum tersebut mampu melahirkan kepemimpinan yang kuat sekaligus mempertebal militansi kader Muslimat NU dalam menjalankan khidmat organisasi.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga tradisi amaliah Nahdlatul Ulama dan soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput.
Konferensi IX Muslimat NU Kabupaten Pekalongan dengan demikian tidak hanya menjadi forum pergantian dan penataan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum untuk menentukan seberapa besar organisasi perempuan NU tersebut mengambil peran dalam menjawab persoalan pembangunan dan kebutuhan masyarakat Kabupaten Pekalongan lima tahun ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....