Luthfi Dorong MES Jateng Lahirkan Ekonomi Baru Lewat Penguatan UMKM
- 03 Okt 2026 07:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Jawa Tengah periode 2026–2031 untuk melahirkan sumber-sumber ekonomi baru melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menggerakkan perekonomian masyarakat hingga tingkat akar rumput.
Dorongan tersebut disampaikan Luthfi saat menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah MES Jawa Tengah periode 2026–2031 di Ballroom Pandanaran Hotel Padma Semarang, Jumat 2 Oktober 2026. Ia menilai peran MES sangat strategis karena mayoritas penduduk Jawa Tengah adalah muslim.
Luthfi mengatakan program-program yang dijalankan MES harus mampu menciptakan peluang usaha dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Dengan begitu, manfaat ekonomi syariah tidak hanya dirasakan kalangan tertentu, tetapi juga pelaku UMKM dan masyarakat luas.
"Saya berharap programnya bisa menumbuhkan ekonomi baru di wilayah kita," kata Luthfi.
Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi syariah telah masuk dalam arah kebijakan pembangunan Jawa Tengah 2025–2029. Bahkan pada 2027, sektor tersebut diproyeksikan menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah bersama pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Untuk mewujudkan target itu, ekonomi syariah harus dikembangkan dengan melibatkan seluruh potensi masyarakat, termasuk UMKM. Pengembangannya dapat dilakukan melalui sektor produk halal, pembiayaan syariah, kuliner, fesyen, pariwisata, ekonomi pesantren, hingga berbagai usaha berbasis komunitas.
Menurut Luthfi, ekonomi syariah tidak hanya identik dengan industri besar maupun lembaga keuangan. Sektor usaha mikro dan kecil juga memiliki peluang besar untuk tumbuh sekaligus menciptakan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
"Semuanya harus punya nilai lebih, termasuk industri halal. Itulah gunanya ekonomi syariah," ujarnya.
Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Ketua Umum PP MES, Rosan Perkasa Roeslani, menyebut potensi ekonomi syariah di Jawa Tengah sangat besar. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara MES, UMKM, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah daerah agar pengembangannya berjalan optimal.
Rosan mengatakan pemerintah pusat bersama Badan Pusat Statistik (BPS) akan mulai mengukur kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional dan daerah pada 2027. Data tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan sektor yang perlu diperkuat guna meningkatkan kontribusinya terhadap produk domestik bruto.
"Kalau ada ukurannya akan mudah menentukan posisi mana yang harus ditingkatkan," kata Rosan.
Dalam kesempatan itu, MES Jawa Tengah juga meluncurkan Koperasi Ekspor Merah Putih yang dikelola pengurus wilayah setempat. Kehadiran koperasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk UMKM Jawa Tengah hingga pasar ekspor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....