Amankan Air Baku Purworejo, PDAM dan Jasa Tirta I Keruk Sedimen di Bendung Boro
- 30 Sep 2026 20:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo - Upaya menjaga ketahanan air baku Purworejo dilakukan melalui normalisasi Bendung Boro. Perum Jasa Tirta I dan Perumda Air Minum Tirta Perwitasari Purworejo mulai melakukan pengerukan sedimentasi di Bendung Boro, pada Rabu, 30 September 2026.
Kegiatan dilaksanakan di bawah koordinasi Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS SO) sebagai pemilik wilayah sungai. Pada tahap awal, volume sedimen yang diangkat ditargetkan 1.000 meter kubik dengan durasi kerja sekitar tujuh hari menggunakan satu unit ekskavator.
Direktur Perumda Tirta Perwitasari, Hermawan Wahyu Utomo, menjelaskan pengerukan ini sangat mendesak untuk dilakukan. Menurutnya, endapan lumpur sudah menumpuk bertahun-tahun tanpa penanganan.
"Ini kolaborasi PDAM dengan Jasa Tirta di bawah koordinasi BBWS untuk revitalisasi Bendung Boro. Kalau dibiarkan, fungsi bendung terganggu, kapasitas tampung menurun dan berisiko merusak tebing serta bangunan intake PDAM saat debit tinggi di musim hujan," kata Hermawan saat ditemui di lokasi.
Bendung Boro memiliki fungsi vital. Selain mengairi 5.126 hektare lahan irigasi, bendung ini menopang pasokan air baku untuk Instalasi Bendung Boro 1 dan 2 yang melayani Purworejo kota, Banyuurip, Purwodadi, hingga kawasan timur Bogowonto seperti Cangkrep dan Sidomulyo.
"Melalui pengerukan, daya tampung diharapkan kembali meningkat. Daya rusak air saat banjir bisa ditekan sehingga pelayanan air bersih tetap stabil," ujarnya.
Hermawan menyebut sedimentasi diperparah oleh material dari hulu, termasuk dampak aktivitas pembangunan Bendung Bener. Oleh karena itu pemeliharaan perlu dilakukan berkelanjutan setiap tahun.
Sementara itu Pelaksana Pengusahaan Perum Jasa Tirta I, Rofi Budiarto, mengatakan kegiatan ini merupakan program rutin hasil sinkronisasi tahunan dengan BBWS. "Kami mendapat penugasan mengelola sumber daya air. Untuk 2026, Bendung Boro menjadi salah satu titik prioritas setelah sebelumnya ada usulan dan surat Bupati Purworejo kepada BBWS pada 2025," ujar Rofi.
Ia menegaskan material hasil kerukan hanya dipindahkan ke area tanggul dan tidak dikeluarkan dari kawasan bendung karena statusnya sebagai aset BBWS. Ke depan, PDAM Tirta Perwitasari juga menyiapkan program konservasi mata air di wilayah Loano dan sekitarnya melalui pemeliharaan sumber air dan penanaman vegetasi, sebagai upaya jangka panjang menjaga keberlanjutan pasokan air baku bagi masyarakat Purworejo.(Ags)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....