Kekeringan Meluas, 2,3 Juta Warga Jateng Terima Bantuan 75,4 Juta Liter Air Bersih

  • 30 Sep 2026 17:21 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 75,4 juta liter air bersih telah disalurkan ke wilayah-wilayah terdampak kekeringan di Jawa Tengah sepanjang musim kemarau 2026. Bantuan tersebut menjangkau lebih dari 2,3 juta warga yang tersebar di ratusan desa dan kelurahan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, distribusi air bersih dilakukan selama periode 5 Juni hingga 28 September 2026. Sebanyak 75.463.000 liter air telah disalurkan kepada 1.557.333 kepala keluarga atau 2.341.548 jiwa di 255 kecamatan dan 784 desa/kelurahan.

Penyaluran air bersih dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, perusahaan, hingga lembaga swadaya masyarakat. Sinergi tersebut menjadi langkah cepat untuk memastikan kebutuhan air warga tetap terpenuhi selama musim kemarau.

Dari total bantuan yang disalurkan, sebanyak 36.448.900 liter berasal dari APBD Pemprov Jateng dan pemerintah kabupaten/kota. Sementara 259.000 liter bersumber dari APBN dan 38.755.100 liter lainnya berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan serta lembaga swadaya masyarakat.

Sejumlah daerah menjadi penerima distribusi air bersih terbesar akibat tingginya dampak kekeringan. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Klaten, Pemalang, Purbalingga, Boyolali, Grobogan, Banyumas, Sragen, Cilacap, Blora, dan Banjarnegara.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan seluruh unsur bergerak bersama untuk menangani dampak kekeringan yang telah dipetakan sejak awal. Selain menyalurkan air bersih kepada warga, pemerintah juga terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami krisis air.

“Kekeringan sudah kita petakan, semua komponen bergerak, BPBD bergerak, PMI bergerak, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bergerak, TNI dan Polri bergerak. Untuk masyarakat, kita salurkan air bersih,” kata Ahmad Luthfi.

Penanganan kekeringan tidak hanya difokuskan pada kebutuhan air bersih masyarakat. Pemerintah juga berupaya menjaga produktivitas pertanian agar pasokan pangan dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga.

Untuk itu, Pemprov Jawa Tengah meminta Dinas Pertanian dan Peternakan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta TNI dalam memetakan kebutuhan air bagi lahan pertanian. Intervensi dilakukan melalui berbagai program, termasuk pembangunan sumur dan jaringan pipa air.

“Untuk sawah itu ada dua macam, yaitu sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Ini sudah kita koordinasikan juga dengan TNI melalui sumurisasi dan pipanisasi. Semoga target produksi padi dan komoditas pangan tidak meleset,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap dampak musim kemarau. Ia juga mengajak warga menggunakan air secara bijak agar cadangan air bersih dapat dimanfaatkan lebih optimal.

Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan langkah antisipasi jika kondisi kekeringan semakin memburuk. Di antaranya melalui pengajuan modifikasi cuaca kepada BNPB, percepatan pembangunan tanggul dan bendungan, serta penyediaan asuransi gagal panen bagi petani terdampak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....