Pengguna Aplikasi SDG's Tembus Lima Ribu Orang, Permudah Akses Data Kependudukan
- 29 Sep 2026 18:00 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Aplikasi Semarang Dalam Genggaman Saya (SDG's) yang diluncurkan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang pada bulan Mei lalu, hingga saat ini penggunanya mencapai 5 ribu orang. Pengembangan platform aplikasi SDG's ini upaya Kota Semarang untuk mencapai sebagai kota cerdas (smart city) yang memberikan platform layanan publik terintegrasi dan terverifikasi secara digital.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kota Semarang, Didik Dwi Hartono mengatakan, aplikasi tersebut mengintegrasikan seluruh layanan lebih dari 22 organisasi perangkat daerah (OPD) ke dalam satu jendela aplikasi seluler yang seragam.
"Ribuan pengguna kini telah mengakses layanan digital SDG's. Seperti di antaranya untuk kebutuhan layanan data kependudukan, layanan kesehatan, pendidikan, maupun pembayaran pajak, transportasi publik hingga pengaduan masyarakat," kata Didik disela-sela acara Seminar bertema Pendayagunaan Single Citizen -app untuk Peningkatan Efektivitas Pemerintahan Digital di Patra Hotel Semarang, Selasa 29 September 2026.
Menurut dia, aplikasi ini dikembangkan melalui kerja sama dengan mitra dari Korea. Platform ini menggunakan proses Know-Your-Customer (KYC) seluler yang aman dan autentikasi berbasis perangkat untuk menerapkan metode verifikasi identitas digital yang terlindungi.
"Sehingga dalam satu aplikasi warga bisa mengakses layanan kesehatan, rumah sakit, pendidikan, transportasi publik dan pembayaran retribusi sampai pengaduan masyarakat. Kedepan agar warga tidak banyak aplikasi, dan mengintergrasikan semua layanan antar perangkat daerah untuk kebutuhan warga yang selama ini masih mengakses situs web yang terpisah," katanya,
Didik mengungkapkan, penggunaan SDG's tersebut memiliki beberapa keunggulan, mulai dari layananan lebih cepat, tahapan lebih sederhana, kepastian layanan, terverifikasi secara konsisten, pemantauan kinerja dan membantu pengambilan keputusan. "Jadi penting untuk mendorong transformasi digital guna meningkatkan kualitas layanan publik pemerintah daerah,"ujarnya.
Pihaknya terus melakukan sosialisasi aplikasi SDG's, kepada pelajar dan masyarakat luas. Harapannya, pengguna platform tersebut akan terus meningkat seiiring dengan makin lengkap dan kemudahan layanan dalam satu pintu ini.
"Sedangkan di kalangan pelajar, kami telah menyasar 5 sekolah menengah pertama di kota Semarang, diantaranya SMP 27 Semarang, SMP Pangudi Luhur, SMP N 3 Semarang. Kami menargetkan bisa mengenalkan SDG's ke 30 sekolah sampai akhir tahun. Serta bisa nelayani penerbitan 3.500 kartu pelajar dan 2.500 kartu Trans Semarang," sebutnya.
Nrasumber seminar, Prof Suhardi sekaligus guru besar STEI ITB menjelaskan, di era serba Artificial Intelligence (AI) bisa membantu layanan lebih baik dan cerdas, menuju pemerintahan yang dipercaya. Selain itu juga membantu dalam proses analitik, dan pengambilan keputusan dan layanan lebih cerdas.
"Makin cepat pengaduan masyarakat bisa direspon, maka semakin cepat aplikasi diterima masyarakat," ujarnya. Narasumber lainnya, Guru besar Sistem Informasi Unika Soegijapranata Semarang Prof Ridwan Sanjaya, menambahkan dengan aplikasi SDG's menjadi wujud pemerintah hadir untuk masyarakat dan memberi kemudahan pelayanan.
"Saya lihat sudah terkoneksi dengan baik, tapi yang harus diperhatikan adalah adanya akses data pribadi," ujarnya. Ia mengungkapkan aplikasi yang menggunakan atau mengakses data pribadi harus dipastikan aman, dan dibatasi penggunaannya.
Menurutnya, Pemkot Semarang, sudah mengantongi dari sisi keamanan ini karena memiliki ISO 27001. "Ini artinya ada standar keamanan yang sudah diterapkan Pemkot, ini jadi jaminan jika penggunaan aplikasi ini aman, jadi masyarakat tidak perlu khawatir," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....