Ekpor ke Dubai, Kopi Robusta Banjarsari Grabag Magelang Menuju Cangkir Dunia

  • 07 Sep 2026 16:03 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Kopi Robusta
  • Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang
  • Dubai, Uni Emirat Arab.
  • Kopi

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Kopi robusta asal Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang berhasil menuju cangkir dunia, dengan menembus pasar global dunia . Yakni, diekspor ke Dubai, Uni Emirat Arab.

“Kopi robusta asal Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag ini telah berhasil tembus ke pasar internasional.Menuju cangkir dunia dengan diekspor ke Dubai sebesar 17 ton,” kata Yulfa Adi Susatyo salah satu perangkat Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang, Senin 7 September 2026.

Yulfa mengatakan, kopi robusta dari lereng Gunung Andong yang dikirim dalam bentuk kopi green bean ( kopi mentah hijau). Desa Banjarsari sendiri merupakan kawasan sentra kopi robusta di wilayah Kecamatan Grabag dengan luas lahan mencapai sekitar 442 hektare.

Menurutnya, setelah ekspor kopi robusta ke Dubai pada akhir tahun lalu, kini sedang berupaya untuk tembus ke pangsa pasar luar negeri lagi. Kini para petanio kopi setempat melalui koperasi petani kopi sedang menjajaki ekspor ke Mesir.

Upaya menjajaki pangsa pasar kopi di Mesir tersebut,seiring belum adanya pesanan ekspor ulang ke Dubai, hingga pertengahan tahun ini. Pangsa pasar internasional tersebut dibidik bertujuan untuk menentukan kemandirian harga kopi dan agar para petani kopi tidak tergantung pada tengkulak

Ia menambahkan, di tahun 2025 lalu Desa Banjarsari ditetapkan sebagai desa penghasil kopi di Kabupaten Magelang. Dengan luas lahan yang ditanami kopi, setiap panen bisa menghasilkan dua hingga lima ton per hektarnya.

“Sedangkan harga kopi robusta di Desa Banjarsari ini, untuk green bean itu bisanya sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu per kilogramnya. Juga pernah menembus di harga Rp 70 ribu per kilogramnya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari mengatakan, Kabupaten Magelang memiliki dua jenis kopi utama yang menjadi unggulan, yakni arabika dan robusta. Keduanya berkembang sesuai karakter topografi wilayah yang membentang dari dataran rendah hingga kawasan pegunungan.

“Perkebunan arabika antara lain berada di kawasan lereng Gunung Sumbing, seperti Kaliangkrik dan Windusari dan dibudidayakan di Pakis, Grabag, Ngablak, Sawangan, Dukun, hingga sebagian wilayah Salaman. perkebunan arabika antara lain berada di kawasan lereng Gunung Sumbing, seperti Kaliangkrik dan Windusari. Komoditas tersebut juga dibudidayakan di Pakis, Grabag, Ngablak, Sawangan, Dukun, hingga sebagian wilayah Salaman.Sementara itu, robusta memiliki area yang jauh lebih luas, mencapai sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata 1.161 kg per hektare,” ungkapnya.

Ia mengatakan, sebaran laha kopi robusta di Kabupaten Magelang lebih luas. Meliputii Salaman, Borobudur, Srumbung, Dukun, Sawangan, Candimulyo, Tempuran, Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Secang, Tegalrejo, Pakis, Grabag, dan Ngablak.

Sementara itu, robusta memiliki area yang jauh lebih luas, mencapai sekitar 2.300 hektare, dengan produktivitas rata-rata 1.161 kg per hektare. Sebaran robusta juga lebih luas, antara lain meliputi Salaman, Borobudur, Srumbung, Dukun, Sawangan, Candimulyo, Tempuran, Kajoran, Kaliangkrik, Bandongan, Windusari, Secang, Tegalrejo, Pakis, Grabag, dan Ngablak.

Kopi robusta dari Desa Banjarsari ini mempunyai keistimewaan tersendiri, yakni rasa yang agak lembut dan cenderung ke asam , Yang disebabkan, pohon kopi robusta asal Banjarsari tersebut ditanam di sela- sela pohon aren. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....