Resmikan TPU Pancasila, Agustina: Toleransi Terjaga hingga Akhir Kehidupan

  • 21 Sep 2026 19:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Pemerintah Kota Semarang meresmikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pancasila di Kecamatan Gunungpati, Minggu 20 September 2026. Berdiri di atas lahan sekitar 8,2 hektare, TPU Pancasila dikembangkan sebagai ruang pemakaman lintas agama dan penghayat kepercayaan yang terintegrasi dengan penghijauan kawasan.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, keberadaan TPU Pancasila menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas publik yang dapat digunakan seluruh warga. Sekaligus mencerminkan keberagaman masyarakat Kota Semarang.

“Semarang merawat warganya dari dalam kandungan sampai meninggal dunia. Toleransi terjadi, keseimbangan hidup terjadi,” ujar Agustina. Lahan TPU Pancasila berasal dari fasilitas sosial dan fasilitas umum yang diserahkan DPD REI Jawa Tengah Wilayah Kota Semarang kepada Pemerintah Kota Semarang pada 14 Juli 2020.

Menurut dia, pembangunan kawasan tersebut dilaksanakan secara bertahap sejak 2021. Pada 2026, Pemkot Semarang bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mengembangkan konsep pemakaman lintas agama yang tetap mempertahankan penghijauan perkotaan.

Ia menjelaskan, TPU Pancasila mengakomodasi tujuh agama dan kepercayaan, termasuk penghayat kepercayaan. Keberagaman tersebut juga diwujudkan melalui vegetasi yang menjadi identitas masing-masing kawasan, yakni pohon asem untuk Islam, beringin untuk Hindu, jati untuk penghayat kepercayaan, cemara untuk Kristen, sawo kecik untuk Katolik, bambu kuning untuk Konghucu, dan Bodhi untuk Buddha.

"Penataan tersebut sekaligus mendukung fungsi penghijauan dan ruang terbuka hijau kawasan. Pembangunan TPU Pancasila sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak," kata Agustina.

Menurutnya, semangat yang sama kemudian diteruskan melalui gerakan penghijauan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, REI, akademisi, komunitas, dan masyarakat. “Hari ini kita buat gerakan menanam pohon bergotong royong sekalian. Ini temanya adalah bergotong royong.” ungkapnya.

Ia menuturkan, Gerakan Semarang Hijau Lestari tersebut menargetkan penanaman 100.000 pohon hingga akhir 2026 di 16 kecamatan. Pada tahap awal, sebanyak 10.000 pohon disiapkan untuk ditanam secara kolaboratif.

Upaya merawat ruang hidup juga dilakukan melalui aksi World Cleanup Day Indonesia 2026. Pada Minggu (20/9), aksi bersih-bersih digelar serentak di 16 kecamatan, terutama pada titik pembuangan sampah liar, dengan melibatkan pemuda dan berbagai unsur masyarakat.

Pemerintah Kota Semarang juga meminta setiap wilayah menyiapkan titik penanaman pohon untuk kegiatan penghijauan berikutnya. Dalam rangkaian kegiatan yang sama, Pemkot Semarang menyerahkan bantuan penanganan RTLH tahap pertama sebanyak 104 unit, sementara empat pengembang menyerahkan dukungan CSR sebanyak 120 unit.

Agustina menyebut target penanganan RTLH tahun 2026 mencapai 2.500 unit. Sumber penanganan tersebut mencakup 1.000 unit dari Pemkot Semarang, 500 unit dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 800 unit dari pemerintah pusat, serta 120 unit dukungan pengembang.

Dengan demikian, masih terdapat kebutuhan 80 unit untuk mencapai target 2.500 unit. Tiga hal itu, saling mengkait. peresmian TPU pancasila sebagai bagian dari gotong royong juga.

"Yang kedua penanaman pohon juga bagian dari gotongroyong,”ujar Agustina. Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan keterhubungan antara penyediaan ruang publik yang inklusif, perawatan lingkungan, dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui kolaborasi berbagai pihak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....