Lowongan Sopir di Jepang Terbuka Lebar, Jateng Siapkan Pengemudi Terampil

  • 21 Sep 2026 13:57 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Peluang kerja sebagai sopir di Jepang kini terbuka lebar bagi warga Jawa Tengah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai menyiapkan tenaga pengemudi terampil untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja yang terus meningkat di negara tersebut.

"Nanti dinas pendidikan dan dinas tenaga kerja akan mendiskusikan dengan 3EEE Inc Japan,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menerima audiensi CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka dan Head of the President’s Office Hideo Mori di Kota Semarang, pada Senin, 21 September 2026.

Menurut Luthfi, proses penyiapan tenaga kerja dimulai sejak pendidikan vokasi dan kejuruan. Para calon pekerja juga akan mendapatkan pembelajaran bahasa Jepang, keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang sesuai standar yang dipersyaratkan untuk bekerja di negara tersebut.

Peluang kerja di Jepang dinilai semakin menjanjikan seiring meningkatnya penempatan pekerja migran asal Jawa Tengah. Jumlah pekerja yang berangkat ke Jepang naik dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025 atau meningkat sekitar 52 persen.

Head of the President’s Office 3EEE Inc Japan, Hideo Mori, mengatakan keterlibatan pemerintah sangat penting untuk memastikan proses penyiapan dan penempatan tenaga kerja berjalan jelas dan terukur. Menurutnya, dukungan pemerintah juga dibutuhkan untuk memberikan kepastian aturan bagi calon pekerja.

Mori menambahkan koordinasi antara pemerintah dan perusahaan diperlukan untuk menjembatani informasi mengenai visa serta ketentuan bekerja di Jepang. Hal itu penting agar proses keberangkatan tenaga kerja dapat berlangsung lebih lancar.

"Kekurangan tenaga kerja memang merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin,” katanya.

CEO 3EEE Inc Japan, Norio Tanaka, menjelaskan kebutuhan tenaga kerja muncul akibat perubahan demografi di Jepang. Populasi negara tersebut diperkirakan terus menurun setelah 2040, sementara jumlah penduduk lanjut usia mencapai sekitar 40 persen.

"Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang. Memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan,” kata Tanaka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....