Hadapi Tafsir Bahasa Inggris, Kafilah Riau Manfaatkan AI untuk Belajar

  • 15 Sep 2026 14:29 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu strategi Bagas Ihsanul Umam, kafilah Provinsi Riau, menghadapi tantangan cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Teknologi tersebut digunakannya untuk memperkuat kemampuan bahasa yang menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Bagas harus menguasai tafsir Al-Qur’an sekaligus mampu menjelaskan maknanya dalam tiga bahasa, yakni Arab, Indonesia, dan Inggris. Tantangan tersebut membuat persiapan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran bersama guru dan pelatih, tetapi juga dengan memanfaatkan berbagai media digital.

"Saya memanfaatkan teknologi seperti YouTube, TV, dan AI untuk belajar bahasa," kata Bagas usai tampil di Gedung Semeru BPL2K Semarang, Senin 14 September 2026.

Menurut Bagas, penggunaan AI dan media digital membantunya memperkaya kemampuan berbahasa, khususnya dalam menghadapi tuntutan untuk memahami materi tafsir sekaligus menyampaikannya secara tepat dalam bahasa Inggris.

Tantangan terbesar, kata dia, justru terletak pada proses menerjemahkan jawaban secara cepat dan tepat. Peserta harus memahami bahasa Arab, mengalihkannya ke bahasa Indonesia, kemudian mencari padanan bahasa Inggris yang sesuai sebelum menyampaikan jawaban. "Pertama, menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia, lalu mencari bahasa Inggris yang sesuai," ungkapnya.

Meski memanfaatkan teknologi, Bagas tetap menempatkan guru dan pelatih sebagai rujukan utama. Materi yang diperoleh melalui AI maupun media digital tidak langsung digunakan, tetapi terlebih dahulu dikonfirmasi untuk memastikan ketepatan bahasa dan pemahamannya.

Persiapan juga dilakukan dengan memperbanyak latihan untuk membangun kesiapan menghadapi suasana perlombaan. Bagas bahkan menggunakan metode membayangkan dirinya berada di atas mimbar saat berlatih, sehingga terbiasa dengan kondisi seperti ketika tampil di hadapan dewan hakim. "Ketika latihan, saya membayangkan sedang tampil di mimbar tilawah," katanya.

Debut di ajang MTQ tingkat nasional membuat Bagas sempat merasakan gugup. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses untuk menguji kesiapan dan kemampuannya bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. "Pasti deg-degan karena ini pengalaman pertama saya tampil di tingkat nasional," ujarnya.

Bagas yang merupakan juara pertama Tafsir Bahasa Inggris Provinsi Riau itu mengaku tetap optimistis menghadapi persaingan. Persiapan yang telah dijalani menjadi modal untuk memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi tersebut. "Kalau ditanya optimistis, 100 persen, Allahu Akbar," katanya.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Bagas berharap MTQ Nasional XXXI juga memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, ajang tersebut harus mampu menjadi sarana untuk mendorong umat semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

"Semoga even ini semakin memotivasi umat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an," pungkasnya.RRI.CO.ID, Semarang – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) menjadi salah satu strategi Bagas Ihsanul Umam, kafilah Provinsi Riau, menghadapi tantangan cabang Tafsir Al-Qur’an Bahasa Inggris pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Teknologi tersebut digunakannya untuk memperkuat kemampuan bahasa yang menjadi salah satu kunci dalam menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Bagas harus menguasai tafsir Al-Qur’an sekaligus mampu menjelaskan maknanya dalam tiga bahasa, yakni Arab, Indonesia, dan Inggris. Tantangan tersebut membuat persiapan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran bersama guru dan pelatih, tetapi juga dengan memanfaatkan berbagai media digital.

"Saya memanfaatkan teknologi seperti YouTube, TV, dan AI untuk belajar bahasa," kata Bagas usai tampil di Gedung Semeru BPL2K Semarang, Senin 14 September 2026.

Menurut Bagas, penggunaan AI dan media digital membantunya memperkaya kemampuan berbahasa, khususnya dalam menghadapi tuntutan untuk memahami materi tafsir sekaligus menyampaikannya secara tepat dalam bahasa Inggris.

Tantangan terbesar, kata dia, justru terletak pada proses menerjemahkan jawaban secara cepat dan tepat. Peserta harus memahami bahasa Arab, mengalihkannya ke bahasa Indonesia, kemudian mencari padanan bahasa Inggris yang sesuai sebelum menyampaikan jawaban. "Pertama, menerjemahkan bahasa Arab ke bahasa Indonesia, lalu mencari bahasa Inggris yang sesuai," ungkapnya.

Meski memanfaatkan teknologi, Bagas tetap menempatkan guru dan pelatih sebagai rujukan utama. Materi yang diperoleh melalui AI maupun media digital tidak langsung digunakan, tetapi terlebih dahulu dikonfirmasi untuk memastikan ketepatan bahasa dan pemahamannya.

Persiapan juga dilakukan dengan memperbanyak latihan untuk membangun kesiapan menghadapi suasana perlombaan. Bagas bahkan menggunakan metode membayangkan dirinya berada di atas mimbar saat berlatih, sehingga terbiasa dengan kondisi seperti ketika tampil di hadapan dewan hakim. "Ketika latihan, saya membayangkan sedang tampil di mimbar tilawah," katanya.

Debut di ajang MTQ tingkat nasional membuat Bagas sempat merasakan gugup. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi bagian dari proses untuk menguji kesiapan dan kemampuannya bersaing dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. "Pasti deg-degan karena ini pengalaman pertama saya tampil di tingkat nasional," ujarnya.

Bagas yang merupakan juara pertama Tafsir Bahasa Inggris Provinsi Riau itu mengaku tetap optimistis menghadapi persaingan. Persiapan yang telah dijalani menjadi modal untuk memberikan penampilan terbaik dalam kompetisi tersebut. "Kalau ditanya optimistis, 100 persen, Allahu Akbar," katanya.

Lebih dari sekadar mengejar kemenangan, Bagas berharap MTQ Nasional XXXI juga memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, ajang tersebut harus mampu menjadi sarana untuk mendorong umat semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memahami nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. "Semoga even ini semakin memotivasi umat untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....