Empat Candi di Jateng Diperkuat Fungsinya Sebagai Tempat Ibadah

  • 17 Sep 2026 21:02 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Candi Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon tidak lagi hanya diposisikan sebagai destinasi wisata sejarah. Empat candi tersebut kini diperkuat fungsinya sebagai ruang ibadah umat Buddha dan Hindu sekaligus disiapkan menjadi pusat spiritualitas yang menarik kunjungan umat dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Langkah itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta di Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis, 17 September 2026. Kesepakatan tersebut membuka ruang yang lebih luas bagi pemanfaatan kawasan candi untuk kegiatan keagamaan secara berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memyebut penguatan fungsi keagamaan di kawasan candi berpotensi menciptakan magnet baru yang mampu menarik umat datang berulang kali, bukan hanya untuk berwisata tetapi juga beribadah. Taj Yasin menilai pola kunjungan itu akan berbeda dibanding wisata biasa yang umumnya berlangsung singkat.

Ia mengibaratkan konsep itu seperti Makkah dan Vatikan yang dikenal sebagai tujuan perjalanan spiritual dunia. Menurutnya, Borobudur, Prambanan, Mendut, dan Pawon memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi religi yang memberi dampak luas bagi masyarakat.

Dampak tersebut tidak hanya dirasakan sektor pariwisata, tetapi juga perekonomian lokal. Perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM di sekitar kawasan candi berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas keagamaan.

“Perekonomian bukan hanya perhotelan, akan tetapi juga perekonomian yang ada di UMKM karena ibadah itu sebuah magnet tersendiri,” kata Taj Yasin. Ia menegaskan penguatan fungsi keagamaan candi sejalan dengan visi Jawa Tengah dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan candi bukan sekadar bangunan bersejarah yang menyimpan jejak masa lalu. Di dalamnya terdapat nilai spiritual, budaya, dan pesan peradaban yang perlu terus dijaga serta dihidupkan.

Menurut Nasaruddin, kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dirintis sejak 2022. Melalui kesepakatan itu, Candi Prambanan semakin diperkuat sebagai ruang ibadah umat Hindu, sementara Borobudur, Mendut, dan Pawon dikembangkan sebagai pusat kegiatan keagamaan umat Buddha.

Data partisipasi menunjukkan aktivitas keagamaan di kawasan candi terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2025, kegiatan keagamaan Buddha di Borobudur, Mendut, dan Pawon melibatkan 33.556 peserta, termasuk umat yang datang dari luar negeri.

Peningkatan jumlah peserta itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kawasan candi memiliki daya tarik spiritual yang semakin besar. Tren tersebut juga memperlihatkan peluang pengembangan wisata religi yang dapat menopang pertumbuhan ekonomi daerah.

Nasaruddin berharap ke depan empat candi tersebut tidak hanya menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan. Lebih dari itu, kawasan candi diharapkan berkembang menjadi pusat spiritualitas dunia yang tetap menjaga kelestarian budaya dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno menambahkan, kesepakatan lintas kementerian dan pemerintah daerah tersebut juga menjadi simbol penguatan toleransi dan keberagaman. Pemanfaatan candi untuk kepentingan keagamaan, pelestarian budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat diharapkan dapat berjalan beriringan secara harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....