Bangunan SDN 2 Banyuurip Kendal Rusak, Guru dan Murid Harapkan Perbaikan Segera
- 18 Sep 2026 15:58 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Kendal - Kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Banyuurip Kecamatan Ngampel Kendal sudah rusak. Dinding tembok banyak yang mengelupas dan keramik lantai ruang-ruang kelas juga banyak yang copot dan retak-retak.
Siswa SD setempat, Mohammad Azam Arafif dan Rifki Aditya Pratama berharap, sekolah tempat dia belajar segera diperbaiki. Pasalnya, kondisi ruang kelas yang rusak menjadikan tidak nyaman untuk belajar.
"Tembok sudah pecah-pecah, plafonnya bolong, terus lantai kelas pecah-pecah. Kalau hujan bocor, inginnya diperbaiki," katanya.
Bagian yang rusak lainnya di antaranya beberapa pintu dan jendel, bahkan ada dua pintu ruang yang sudah lepas. Beberapa plafon eternit ruang kelas juga sudah banyak yang copot dan ada satu kelas yang plafon eternitnya lepas semua.
Kondisi bangunan sekolah yang ruang rusak, membuat kegiatan belajar-mengajar di kelas menjadi tidak nyaman. Apalagi jika hujan, untuk ruang kelas yang bocor, cukup berbahaya.
Guru SD Negeri 2 Banyuurip, Siti Asrofah mengatakan, sekolahnya terakhir mendapat bantuan renovasi pada tahun 2008. Beberapa tahun kemudian setelah kondisi bangunan sekolah rusak, pihaknya mengajukan bantuan rehab, namun hingga saat ini belum ada realisasi.
"Kondisi SD Negeri 2 Banyuurip ini sangat memprihatinkan. Kasihan anak-anak, apalagi ini mau musim hujan, kalau hujan atapnya ada yang bocor," katanya.
Siti mengatakan, dari enam ruang kelas, ada empat kelas yang kondisinya sudah parah. Pintu ruang guru pun sudah copot, sehingga ditutup pakai triplek, sedangkan gedung perpustakaan juga sudah rusak dan bocor.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Yanuar Fatoni mengatakan, dari 567 SD yang ada di Kabupaten Kendal, memang kondisinya belum semuanya baik. Untuk itu, pihaknya terus berupaya untuk mengusulkan revitalisasi melalui Kementerian Pendidikan Dasar Menengah.
"Tahun 2026 ini hanya 60 SD yang mendapat bantuan revitalisasi, sehingga PR kami memang masih banyak, maka untuk tahun 2027, SD yang kondisinya belum baik atau belum layak, kami usulkan melalui revitalisasi program yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar Menengah di pusat," katanya. (FR)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....