Soroti Kelangkaan Minyak Goreng, Yoyok Riyo Sudibyo Minta Simirah Transparan

  • 18 Sep 2026 14:39 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Anggota Komisi VII DPR RI, Yoyok Riyo Sudibyo meminta Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (Simirah) dibuka secara transparan dan dapat diakses masyarakat. Menurutnya, keterbukaan data menjadi kunci untuk mengungkap penyebab kelangkaan minyak goreng yang kerap terjadi di Indonesia.

Permintaan itu disampaikan Yoyok setelah mendengar paparan Kementerian Perindustrian mengenai Simirah yang digunakan untuk memantau produksi dan distribusi minyak goreng curah rakyat. Sistem tersebut mencatat alur distribusi mulai dari produsen hingga distributor sehingga pergerakan pasokan dapat ditelusuri.

Yoyok menilai keberadaan Simirah merupakan langkah yang baik untuk memperkuat pengawasan tata niaga minyak goreng, tetapi manfaatnya akan lebih besar jika data di dalam sistem tersebut dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat. “Kalau sistem ini benar-benar dibuat untuk membangun tata kelola yang baik, kuncinya satu, transparansikan,” kata Yoyok usai Kunjungan Kerja di PT Best Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jumat 18 September 2026.

Menurutnya, akses publik terhadap Simirah akan memudahkan penelusuran ketika terjadi kelangkaan minyak goreng di suatu daerah. Dengan demikian, pihak yang bertanggung jawab terhadap distribusi di wilayah tersebut dapat segera diketahui dan dimintai pertanggungjawaban.

Yoyok juga menyoroti ironi yang kerap terjadi di Indonesia sebagai produsen sawit terbesar di dunia. Ia mempertanyakan mengapa kelangkaan minyak goreng masih kerap terjadi berulang meski pasokan bahan baku nasional melimpah.

“Indonesia ini nomor satu sawit, kok minyak goreng bisa langka. Itu aneh dan terjadi berkali-kali,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah mengambil langkah yang lebih tegas untuk memastikan distribusi minyak goreng berjalan lancar dan tepat sasaran. Menurutnya, transparansi harus menjadi fondasi utama agar persoalan kelangkaan tidak terus berulang.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Percepatan Transformasi Industri Kementerian Perindustrian, Andi Rizal, menjelaskan Simirah dikembangkan sebagai respons atas kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi pada 2022. Sistem tersebut dirancang untuk mengawasi rantai pasok minyak goreng curah rakyat secara digital dan terintegrasi.

"Kurang lebih sekarang ada sekitar 100-an produsen yang sudah masuk ke dalam sistem Simirah. Kami bekerja sama dengan BSN Badan Standar Nasional," ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut memungkinkan identitas produsen, distributor, hingga jalur distribusi minyak goreng diketahui dengan lebih jelas. Langkah itu diharapkan dapat meningkatkan pengawasan sekaligus mencegah terulangnya persoalan distribusi yang memicu kelangkaan di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....