Samue Wattimenal: RRI Harus Perluas Wawasan menuju Indonesia Makmur

  • 10 Sep 2026 12:27 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang: Anggota Komisi VII DPR RI Samuel JD Wattimena berharap Radio Republik Indonesia (RRI) semakin memperkuat perannya sebagai lembaga penyiaran publik dalam mencerdaskan masyarakat di usia ke-81 tahun. Menurutnya, tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” harus diterjemahkan melalui siaran yang mampu memperluas wawasan masyarakat mengenai makna kedaulatan, keadilan dan kemakmuran.

Samuel menilai, pemahaman tentang kemakmuran penting dibangun karena tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi. Masyarakat juga perlu memahami potensi diri, kemampuan yang dimiliki, serta hal-hal yang dapat dilakukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

“Untuk adil dan makmur kita harus mempunyai wawasan. Wawasan akan makna yang disebut makmur itu apa sih?” ujar Samuel, Kamis 10 September 2026.

Ia menjelaskan, kemakmuran seharusnya dipahami secara lebih luas karena berkaitan dengan kemampuan masyarakat mengenali dirinya dan mengembangkan potensi yang dimiliki. Pemahaman tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian masyarakat.

“Makmur ini tidak hanya dalam bentuk ekonomi, tapi makmur ini adalah dalam bentuk kita tahu siapa diri kita, kemampuan kita dan apa yang bisa kita lakukan,” katanya.

Karena itu, Samuel berharap RRI mampu menjadi ruang publik yang memperluas wawasan masyarakat mengenai berbagai potensi bangsa. RRI juga diminta tetap memegang marwah sebagai sarana komunikasi negara sekaligus komunikasi publik dengan tidak berhenti pada penyampaian informasi.

“RRI sebagai sarana komunikasi negara dan sarana komunikasi publik, kiranya bisa memegang marwah tersebut untuk mengangkat, mencerdaskan, memberikan wawasan, memberikan masukan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dalam mendukung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Samuel juga mendorong RRI mengangkat potensi ekonomi masyarakat, seperti pariwisata, ekonomi kreatif dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, dukungan tersebut menurutnya harus lebih substantif dan tidak sebatas memberitakan kegiatan atau mempromosikan produk.

“RRI berfungsi sangat konkret di dalam mendukung pariwisata, ekonomi kreatif maupun UMKM. Tapi dukungannya ini tidak cukup hanya dalam memberitakan kegiatan daripada mitra-mitra lainnya tersebut,” jelasnya.

Samuel menilai RRI perlu memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dampak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM bagi masyarakat. Termasuk menjelaskan bagaimana sektor-sektor tersebut dapat membuka ruang kreativitas, memperluas manfaat ekonomi, dan mendorong masyarakat mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Bukan hanya sekadar produk UMKM. Tapi UMKM ini sendiri mempunyai dampak apa kalau dikerjakan dengan baik. Jadi lebih masuk beberapa lapis ke dalam,” tuturnya.

Di usia ke-81 tahun, Samuel berharap penguatan peran RRI tersebut dapat dilakukan dengan dukungan seluruh insan RRI, mulai dari penyiar hingga pekerja di berbagai bidang. Ia optimistis kolaborasi seluruh unsur di RRI akan membuat lembaga penyiaran publik tersebut semakin mampu menjalankan fungsinya bagi masyarakat.

“Partisipasi dari RRI dengan dukungan para pekerja, penyiar, pelaku di RRI, segala sesuatu menurut saya pasti akan menjadi lebih baik karena bersama kita pasti bisa,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....