Industri Pengolahan dan Hilirisasi Minyak Sawit Jadi Posisi Strategis Ekonomi
- 18 Sep 2026 13:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Indonesia memiliki keunggulan yang besar sebagai produsen bahan baku sawit. Bahkan, industri pengolahan dan hilirisasi minyak sawit memiliki posisi yang sangat strategis bagi perekonomian nasional kita.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi VII, Evita Nursanty saat melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI di PT Berkah Emas Sumber Terang (BEST) yang ada di Kawasan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 18 September 2026.
Menurutnya, saat ini upaya memperkuat industri nasional, meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat daya saing industri nasional menjadi tantangan terbesar di Indonesia. "Sehingga keunggulan kita memiliki produsen sawit dapat kita transformasikan, menjadi nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri," katanya.
Evita mengungkapkan jika PT BEST mampu menghasilkan produk yang tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri. Menurutnya, hal ini bagian dari industri lengolahan dan hilirisasi sawit.
"PT BEST itu produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tetapi juga dipasarkan di luar negeri. PT BEST ini sebenarnya melakukan hilirisasi dari produk sawit dan turunannya. Jadi, tidak hanya sawit saja, ya turunannya pun diolah, begitu," ujarnya.
Ia menilai, PT BEST memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk yang bernilai tambah dan menembus pasar internasional. "Dan tadi surprise juga saya bahwa itu margarin yang di-packaging itu mau dikirim ke Cina, jadi, kita tidak hanya impor dari Cina, tapi kita melalui margarin ini ekspor juga ke Cina," ujarnya.

Saat meninjau pabrik PT BEST, aspek keamanan dan keselamatan juga menjadi perhatiannya. Menurutnya, penerapan sistem pemantauan dan alarm sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan operasional perusahaan.
Persoalan Logistik dan Distribusi di PT BEST juga ikut di gali. Pasalnya, lokasi yang berada dipelabuhan Tanjung Emas itu, membuat kelancaran distribusi logistik.
"Distribusinya. Jadi, sebenarnya eh PT BEST ini memang memiliki akses yang cukup bagus untuk pelabuhan," katanya.
Evita menjelaskan saat ini produk PT BEST dipasarkan melalui saluran distribusi. Bahkan sebagian produk diserap pasar domestik, sedangkan sebagian lainnya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Ia menegaskan kebutuhan nasional tetap harus menjadi perhatian dalam kebijakan perdagangan komoditas sawit. Setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi, industri dapat mengoptimalkan orientasi ekspor.
Ke depan, Evita berharap hasil kunjungan ke PT BEST dapat memberikan gambaran nyata bagi kondisi industri nasional. Menurutnya, penguatan hilirisasi harus memastikan keunggulan bahan baku sawit agar bermanfaat lebih besar bagi perekonomian nasional.
Ia menambahkann, Industri pengolahan juga perlu terus didorong. "Agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing global," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....