Kekeringan Meluas, 15 Ribu Warga di 14 Kecamatan Magelang Kekurangan Air Bersih

  • 14 Sep 2026 12:22 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • air bersih
  • kekurangan air bersih.
  • dropping air bersih,

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang – Kekeringan mulai meluas di Kabupaten Magelang, mengakibatkan sekitar 2.500 kepala keluarga atau 15 ribu jiwa di 31 desa yang tersebar di 14 dari 21 kecamatan kini membutuhkan pasokan air bersih.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, mengatakan Kecamatan Borobudur menjadi salah satu wilayah dengan dampak kekeringan paling parah. Selain Borobudur, kebutuhan air bersih juga terjadi di Kecamatan Pakis, Salaman, Tegalrejo, Grabag, dan Secang.

“ Kecamatan Borobudur menjadi salah satu wilayah dengan dampak kekeringan paling parah. Selain Borobudur, kebutuhan air bersih juga terjadi di Kecamatan Pakis, Salaman, Tegalrejo, Grabag, dan Secang.Namun, kondisi kekeringan,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang, Bambang Hermanto, Senin 14 September 2026.

Bambang mengatakan, kondisi kekeringan di 14 kecamatan tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah kecamatan. Untuk mengantisipasi kesulitan air bersih, pihaknya rutin melakukan dropping air bersih, terutama di titik-titik yang sumber airnya mengalami penurunan debit atau mengering.

Menurutnya, selain melakukan dropping air bersih, pihaknya membangun sumur bor dan jaringan pipanisasi dari sumber air yang masih tersedia. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap bantuan air setiap musim kemarau.

“Air dari sumber yang masih tersedia nantinya dapat dialirkan melalui pipa menuju tandon dan dimanfaatkan warga. Meskipun wilayah terdampak terus bertambah,” katanya.

Ia juga memastikan kebutuhan air bersih untuk keperluan domestik masih dapat dipenuhi hingga September dan Oktober. Dengan dukungan pemerintah, relawan, dunia usaha, komunitas, dan sumber pendanaan lainnya, penyediaan air bersih tersebut dapat dipenuhi.

Di tengah meluasnya dampak kekeringan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), Paguyuban Sopir Truk Magelang, Polresta Magelang, PMI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta didukung CSR Bendahara Pemuda Muhammadiyah Pusat melaksanakan dropping air di empat kecamatan, yakni Borobudur, Pakis, Salaman, dan Tegalrejo.

“Bantuan air bersih yang diberikan ke empat kecamatan tersebut sebanyak 80 ribu liter. Droping air bersih secara kolaboratif ini oleh Paguyuban Sopir Truk Magelang, Polresta Magelang, PMI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta didukung CSR Bendahara Pemuda Muhammadiyah Pusat,” kata Ketua FPRB Kecamatan Borobudur, Nur Fauzan.

Nur Fauzan mengatakan, di Kecamatan Borobudur, bantuan air bersih diprioritaskan untuk Desa Majaksingi dan Tegalarum. Di kedua desa tersebut, debit sumber air terus menyusut. Di Majaksingi, sebagian warga masih mengandalkan sumur untuk kebutuhan sehari-hari, namun sumur warga mulai mengering sehingga kebutuhan air harus dipenuhi melalui dropping.

Sementara di Desa Tegalarum, program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang tersedia belum mampu memenuhi kebutuhan warga. Air yang tersedia dapat kembali habis setelah digunakan selama dua hari. (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....