Tafsir Al-Qur’an Bahasa Indonesia dan Inggris menuju Final, 12 Peserta Bersaing

  • 17 Sep 2026 15:28 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Cabang Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI memasuki hari keempat pelaksanaan di Gedung BP2KLK Semarang, Kamis 17 September 2026. Cabang ini memiliki ketentuan hafalan yang cukup tinggi, yakni 30 juz untuk kategori Bahasa Indonesia dan 17 juz untuk kategori Bahasa Inggris.

Setelah babak penyisihan, masing-masing kategori hanya meloloskan enam peserta ke babak final. Enam peserta terbaik Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia dan enam peserta Tafsir Bahasa Inggris akan kembali berkompetisi dengan mekanisme pengacakan nomor tampil dan materi soal.

PIC Cabang Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Zaimatul Hasanah mengatakan, perlombaan pada hari keempat dibagi dalam dua sesi. Sesi pagi diperuntukkan bagi peserta Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia, sedangkan sesi siang untuk Tafsir Bahasa Inggris.

"Sesi pagi untuk peserta Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia, mulai pukul 08.00 sampai 12.30 WIB, diikuti 10 peserta dari berbagai provinsi, salah satunya Jawa Tengah. Kemudian sesi kedua pukul 13.30 sampai 17.30 WIB diikuti 10 peserta untuk Tafsir Bahasa Inggris," kata Zaimatul.

Ia menjelaskan, sebelum mengikuti perlombaan, peserta melakukan registrasi ulang di majelis setelah sebelumnya menyelesaikan proses pendaftaran. Selanjutnya, nomor urut tampil peserta ditentukan melalui sistem pengacakan menggunakan aplikasi.

Peserta kemudian menunggu hingga mendapat giliran tampil. Sebelum naik ke mimbar, peserta kembali mengikuti pengacakan makro atau materi soal menggunakan sistem aplikasi.

"Peserta mendapatkan nomor urut tampil melalui sistem aplikasi, kemudian ketika sudah mendapatkan giliran untuk tampil, mereka juga akan melakukan acak makro. Semuanya menggunakan sistem acak," jelasnya.

Menurut Zaimatul, sistem pengacakan tersebut diterapkan untuk menjaga integritas perlombaan. Dengan mekanisme itu, seluruh peserta mendapatkan prosedur yang sama dalam menentukan urutan tampil maupun materi soal.

Penilaian cabang Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dilakukan dari sejumlah aspek. Di antaranya tajwid, tahfiz, tafsir, fasahah, pemahaman makna dan perbandingan ayat, serta kandungan ayat Al-Qur'an.

"Penilaiannya dari berbagai sisi, tidak hanya dari sisi tafsirnya, tetapi juga tajwid, tahfiz, fasihah, makna dan perbandingan ayat, serta makna kandungan dari ayat-ayat," ungkapnya.

Zaimatul menambahkan, mekanisme pada babak final tetap menggunakan sistem pengacakan, baik untuk menentukan nomor urut tampil maupun makro yang diperoleh peserta. "Final nanti dari babak penyisihan masing-masing cabang diambil enam orang. Baik Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris. Nanti juga dilakukan acak tampil dan acak makro seperti pada babak penyisihan," ujarnya.

Dalam babak final, ketentuan hafalan tetap menjadi bagian dari penilaian. Untuk Tafsir Al-Qur'an Bahasa Indonesia, peserta diwajibkan memiliki hafalan 30 juz dengan materi hafalan yang dinilai dari juz 15. Sementara Tafsir Al-Qur'an Bahasa Inggris mensyaratkan hafalan 17 juz dengan materi hafalan yang diambil dari juz 13.

"Untuk Tafsir Bahasa Indonesia syaratnya hafalan 30 juz dan yang dinilai dari juz 15. Sementara Tafsir Bahasa Inggris hafalan 17 juz dan yang dinilai dari juz 13," pungkas Zaimatul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....