Tugu Paku Bumi Jadi Ikon Baru Magelang, Murni CSR Pengusaha

  • 17 Sep 2026 12:01 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Tugu Paku Bumi
  • Corporate Responbility Social
  • Gunung Tidar
  • Pakuning Tanah Jawa.

RRI.CO.ID, Kota Magelang - Kota Magelang akan memiliki ikon baru berupa Tugu Paku Bumi yang dibangun di tengah Simpang Tiga Bayeman. Tugu setinggi 15 meter ini ditargetkan rampung akhir 2026 sehingga diharapkan menghadirkan nuansa baru bagi Kota Magelang pada awal 2027.

Pembangunan Tugu Paku Bumi merupakan inisiatif pengusaha Kota Magelang dan dilakukan tanpa menggunakan anggaran daerah. Pemerintah Kota Magelang berperan dalam proses perizinan serta menyediakan lokasi yang nantinya menjadi tempat berdirinya tugu.

“Pembangunan Tugu Paku Bumi ini tidak menggunakan anggaran daerah , melainkan murni program Corporate Responbility Social ( CSR) dari pengusaha Kota Magelang. .Pemerintah Kota Magelang, hanya berperan dalam proses perizinan serta menyediakan lokasi yang nantinya menjadi tempat berdirinya Tugu Paku Bumi,”kata Wali Kota Magelang, Damar Prasertyono usai peletakan batu pertama Pembangunan Tugu Paku Bumi, Kamis 17 September 2026.

Damar mengatakan, Simpang Tiga Bayeman dipilih sebagai lokasi pembangunan karena merupakan titik temu Jalan Tidar, Jalan Gatot Soebroto dan Jalan Tentara Pelajar. Selain itu, lokasi tersebut merupakan simpang tiga paling luas di Kota Magelang dan berada dekat dengan Gunung Tidar yang identik dengan Pakuning Tanah Jawa.

Ia berharap pembangunan Tugu Paku Bumi dapat selesai akhir tahun ini sehingga awal 2027 Kota Magelang memiliki nuansa baru. Tugu tersebut nantinya menggabungkan bentuk paku, material tembaga, serta ornamen bernuansa Jawa berupa ukiran seperti pada Keris Naga Sasra.

Sementara itu, pemrakarsa pembangunan Tugu Paku Bumi, Slamet Santoso, mengatakan keinginan membangun tugu tersebut sebenarnya telah lama muncul dari keluarganya. Namun, gagasan tersebut baru kali ini mendapat respons dari Pemerintah Kota Magelang.

“Sebenarnya, dari keluarga kami sudah lama sekali berkeinginan untuk membangun Tugu Paku Bumi ini. Namun, baru kali ini ide kami direspon Pemkot Magelang,”kata Slamet Santosa.

Slamet menambahkan, filosofi Tugu Paku Bumi yang dibangun adalah menjaga sebuah pusaka yang harus dirawat. Karena itu, masyarakat yang merasa memiliki Kota Magelang diharapkan benar-benar menjaga Kota Magelang seperti menjaga sebuah pusaka.

Kota Magelang identik dengan Gunung Tidar yang dikenal sebagai Pakuning Tanah Jawa. Selain itu, Kota Magelang juga dikenal sebagai kota pusaka, yakni menjaga keindahan kota dan kedamaian.

Ia berharap, dari Kota Magelang akan dihormati dan menjadi ikon di Indonesia. Karena, Pakuning Tanah Jawa yang menyebarkan kedamaian, toleransi dan ke-bhinnekaan bisa menular ke pelosok Indonesia (wied)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....