Tidak Terima Ditegur, Anak Punk Bentrok dengan Warga di Tengaran

  • 17 Sep 2026 07:07 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kabupaten Semarang – Keributan melibatkan rombongan anak punk dan warga terjadi di sebuah SPBU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa 15 September 2026 sore. Perselisihan tersebut berawal dari teguran kepada rombongan yang sedang memperbaiki sepeda motor, hingga berujung pada perusakan gerobak pedagang dan dugaan pengeroyokan.

Keributan sempat dilerai warga yang sedang mengantre di SPBU. Namun, situasi kembali memanas setelah rombongan tersebut diduga melakukan pengeroyokan terhadap pedagang bakso dan cilok yang berada di lokasi. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada polisi untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, rombongan tersebut berhenti di SPBU karena salah satu sepeda motor mengalami mogok. Saat melakukan pengecekan kendaraan, terjadi cekcok di antara anggota rombongan yang kemudian mendapat teguran dari seorang pedagang cilok.

“Rombongan ini berhenti karena ada salah satu motor rekannya yang mogok. Lalu mereka cekcok dan diperingatkan oleh Budi, salah satu pedagang cilok di lokasi. Namun, mereka merasa tersinggung dan merusak gerobak cilok milik Pak Budi,” ujar Iptu Budi.

Menurut kepolisian, teguran tersebut justru memicu emosi rombongan. Seorang pedagang cilok, Budi (43), menjadi pihak yang menegur, sebelum gerobak cilok miliknya dirusak dalam keributan tersebut.

Personel Polsek Tengaran yang tiba di lokasi kemudian mengamankan sejumlah anggota rombongan. Mereka selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim Polres Semarang untuk menjalani penanganan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi serta pihak-pihak yang terlibat dalam kejadian. “Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai di hadapan petugas Satreskrim Polres Semarang,” katanya pada Rabu 16 September 2026.

Pemilik usaha cilok, Ahmad (40), mengapresiasi penanganan dan mediasi yang dilakukan kepolisian. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar lebih menghargai orang lain dan menjaga sikap ketika berada di wilayah orang lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....