Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan di Tengah Tren Anak Asyik Gadget

  • 08 Sep 2026 08:38 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID. Semarang - Di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan gadget dan permainan digital, Sindhu Laras Bocah mengajak generasi muda kembali mengenal karawitan dan pedalangan. Pembiasaan latihan serta pementasan rutin dilakukan untuk menjaga budaya Jawa tetap hidup sekaligus menjadi ruang bagi anak mengembangkan karakter dan kreativitas.

Upaya tersebut ditunjukkan puluhan anak dalam Pagelaran Karawitan dan Pedalangan Sindhu Laras Bocah di Gedung Sri Budoyo, Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Sabtu 5 September 2026. Mereka tampil memainkan gamelan dan seni pedalangan di hadapan masyarakat dengan percaya diri.

Ketua Sindhu Laras Bocah, Dananjaya Gesit, mengatakan pengenalan budaya Jawa perlu dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, aktivitas seni dapat menjadi kegiatan positif untuk menyeimbangkan kebiasaan anak menggunakan gadget dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan kami nguri-uri budaya Jawa sejak dini. Anak-anak sekarang sangat dekat dengan handphone. Kami ingin memberikan kegiatan yang positif supaya mereka tidak terlalu larut dalam pengaruh negatif handphone,” katanya.

Dananjaya menjelaskan, pembelajaran karawitan tidak sebatas mengajarkan keterampilan memainkan musik tradisional. Proses berlatih gamelan juga melatih kedisiplinan, kerja sama, kesabaran, serta keberanian anak ketika tampil di depan umum.

Ia menilai pengenalan budaya sejak dini menjadi penting agar perkembangan teknologi tidak membuat generasi muda kehilangan identitas. Anak-anak diharapkan tetap mampu mengikuti kemajuan zaman dengan memiliki pegangan budaya dan karakter yang kuat.

“Kalau budaya sudah dikenalkan sejak dini, harapannya generasi muda ke depan menjadi lebih bagus. Mereka bisa mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, tetapi tetap punya pegangan budaya dan karakter,” ujarnya.

Komitmen tersebut terlihat dari penampilan anggota Sindhu Laras Bocah yang memainkan karawitan dan pedalangan di atas panggung. Kegiatan itu sekaligus menunjukkan kesenian tradisional masih dapat menjadi pilihan aktivitas anak di tengah kuatnya pengaruh budaya digital.

Bagi Sindhu Laras Bocah, penggunaan gadget bukan sesuatu yang harus sepenuhnya dijauhi. Anak-anak tetap dapat mengikuti perkembangan teknologi, namun perlu memiliki ruang untuk berinteraksi secara langsung, mengenal budaya, dan mengembangkan kreativitas melalui kegiatan seni.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, mengapresiasi anak-anak yang memilih belajar dan melestarikan budaya Jawa di tengah modernisasi. “Terima kasih kepada Sindhu Laras Bocah. Kami sangat mengapresiasi anak-anak yang hari ini tampil dan ikut menjaga budaya kita. Ini yang membuat kita senang karena melihat generasi emas yang sangat berbakat sekaligus memiliki kepedulian terhadap budaya,” ujar Iswar.

Menurut Iswar, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pemahaman terhadap budaya dan jati diri. “Cita-cita kita adalah menjadikan anak-anak ini sebagai generasi yang maju. Maju boleh, modern harus, tetapi jangan sampai melupakan budaya. Jaga kesehatan, terus belajar dan berkarya, serta bawa nama baik Kota Semarang di mana pun berada,” pesannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....