Pemprov Jateng Raih Penghargaan Layanan Investasi dari Kementerian

  • 16 Sep 2026 20:15 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih penghargaan Anugerah Layanan Investasi (ALI) 2026 dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi. Penghargaan tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan layanan investasi terbaik di Indonesia.

Dalam ajang tersebut, Jawa Tengah meraih peringkat ketiga nasional setelah Maluku Utara dan Jawa Timur. Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Ruang Nusantara, Gedung Suhartoyo, Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Jakarta, Rabu 16 September 2026.

Ahmad Luthfi mengatakan, penghargaan itu merupakan hasil kerja keras Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) bersama seluruh pemangku kepentingan. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan investasi dan perizinan di Jawa Tengah.

Menurutnya, pelayanan yang cepat, mudah, dan prima menjadi faktor penting dalam menarik minat investor. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta terus memperkuat budaya pelayanan yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan calon investor.

"Ini menjadi semangat untuk kita. Sebab, salah satu pintu masuk daripada investasi adalah adanya perizinan cepat, mudah, dan pelayanan prima," kata Luthfi.

Ia juga mendorong petugas pelayanan investasi untuk lebih proaktif dalam mendampingi investor. Langkah jemput bola dinilai penting agar berbagai kebutuhan maupun kendala investasi dapat segera ditangani.

Penghargaan tersebut sejalan dengan capaian investasi Jawa Tengah yang terus menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2026, realisasi investasi di provinsi ini mencapai Rp59,94 triliun dengan total 55.989 proyek yang menyerap 213.217 tenaga kerja.

Investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp25,92 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp22,62 triliun, serta investasi UMK Rp11,40 triliun. Kehadiran investasi diharapkan semakin memperkuat perekonomian daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Roslan Roeslani, mengatakan kualitas layanan investasi menjadi faktor penting dalam menciptakan iklim usaha yang kompetitif. Kepastian pelayanan dan perizinan yang terukur dinilai mampu meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurut Roslan, persaingan menarik investasi saat ini tidak hanya terjadi antardaerah, tetapi juga antarnegara. Pemerintah pusat dan daerah harus terus menghadirkan layanan yang cepat, efektif, dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja.

Dalam ajang ALI 2026 tersebut, Kabupaten Semarang juga berhasil meraih penghargaan layanan investasi. Sementara, Kabupaten Karanganyar masuk dalam jajaran enam besar nasional untuk kategori yang sama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....