Dua Peserta Tunanetra Turut Bersaing di Lomba Hafalan MTQ Nasional
- 15 Sep 2026 12:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Sebanyak 123 peserta dari berbagai daerah di Indonesia bersaing dalam cabang hafalan Al-Qur’an golongan 10 juz dan 20 juz pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Di antara peserta tersebut, terdapat dua peserta tunanetra asal Sumatera Barat yang mendapat kesempatan mengikuti perlombaan dengan sejumlah penyesuaian layanan dari panitia.
Pelaksanaan cabang hafalan Al-Qur’an tersebut berlangsung di Auditorium Majelis Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan hingga hari ketiga berjalan lancar. Salah satu peserta tunanetra dari Sumatera Barat telah tampil pada hari kedua, sementara satu peserta tunanetra lainnya masih menunggu kepastian jadwal tampil dari panitia pusat.
PIC Majelis 6 cabang hafalan Al-Qur’an golongan 10 juz dan 20 juz, Ismail Hudori, mengatakan seluruh peserta mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengikuti perlombaan. Panitia juga memberikan penyesuaian bagi peserta penyandang disabilitas agar dapat mengikuti lomba dengan nyaman.
“Selama tiga hari pelaksanaan berjalan dengan baik. Tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan,” katanya pada Selasa 15 September 2026.
Dari total 123 peserta, sebanyak 68 peserta mengikuti golongan hafalan 10 juz, terdiri dari 35 putra dan 33 putri. Sementara golongan hafalan 20 juz diikuti 55 peserta, terdiri dari 28 putra dan 27 putri.
Pelaksanaan lomba melibatkan 11 dewan hakim yang bertugas menilai kemampuan peserta dari berbagai aspek. Mereka terdiri atas tiga hakim tahfidz, tiga hakim tajwid, tiga hakim fashahah, serta dua hakim penanya.
Hingga hari ketiga, sebanyak 47 peserta telah tampil pada sesi hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga sesi pagi, sebanyak 14 peserta golongan 10 juz dijadwalkan tampil, terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri.
“Hingga hari ketiga, sebanyak 47 peserta telah tampil pada sesi hari pertama dan kedua. Pada hari ketiga, sesi pagi diikuti 14 peserta golongan 10 juz, terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri,” ucapnya.
Sementara sesi siang dijadwalkan diikuti 10 peserta golongan 20 juz, masing-masing lima putra dan lima putri. Babak penyisihan masih akan dilanjutkan pada hari keempat dan kelima untuk menyelesaikan seluruh rangkaian penampilan peserta.
“Babak final dijadwalkan berlangsung Jumat, 18 September 2026. Sesi pagi akan mempertandingkan hafalan golongan 10 juz, sedangkan sesi siang untuk golongan 20 juz,” jelasnya.
Khusus bagi peserta penyandang disabilitas, panitia memberikan sejumlah penyesuaian tanpa mengurangi kesempatan mereka untuk berkompetisi. Salah satunya dengan memperbolehkan pendamping mengantar peserta hingga ke mimbar serta mengatur posisi mikrofon sesuai kebutuhan peserta tunanetra.
“Satu peserta tunanetra dari Sumatera Barat telah tampil pada hari kedua. Sementara satu peserta tunanetra lainnya masih menunggu kepastian jadwal tampil dari panitia pusat,” ungkapnya.
“Untuk disabilitas ada tambahan, misalnya pendamping diperbolehkan mengantar sampai ke mimbar. Kemudian posisi mikrofon juga kami tata sedemikian rupa agar peserta bisa nyaman saat duduk dan melafalkan hafalannya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....