Ramai Pengunjung MTQ, Produk Papua Tengah Diburu di Stan Serambi Nusantara
- 15 Sep 2026 12:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Antusiasme masyarakat terhadap produk unggulan berbagai daerah dalam Pameran Serambi Nusantara rangkaian MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 membuat sejumlah peserta kewalahan melayani pengunjung. Stan Papua Tengah menjadi salah satu yang paling ramai didatangi, dengan masyarakat tidak hanya melihat, tetapi juga tertarik membeli produk khas Bumi Cenderawasih.
Sejak dibuka pada 12 September 2026 di Kawasan Parkir Plaza Simpanglima, Semarang, stan Papua Tengah terus menjadi perhatian pengunjung. Tingginya rasa ingin tahu masyarakat terhadap produk khas daerah tersebut bahkan membuat peserta kewalahan melayani pengunjung pada hari pertama pameran.
Perwakilan peserta dari Mimika, Papua Tengah, Lintje Siwabessy Paiman, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menjadi peluang bagi pihaknya untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pasar produk unggulan Papua kepada masyarakat dari berbagai provinsi. Pengunjung, kata dia, banyak yang penasaran dengan bahan, proses pembuatan, hingga manfaat produk yang ditawarkan.
“Kami berusaha memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan produk, menjelaskan keunikannya, dan menarik sebanyak mungkin masyarakat agar mengunjungi stan Papua Tengah,” ujarnya di lokasi pameran, Senin 14 September 2026.
Beragam produk unggulan Papua dibawa ke Semarang, mulai dari kopi, mahkota khas Papua, tas noken, ukiran, hingga anyaman karya masyarakat Amungme dan Kamoro. Sejumlah noken dibuat dari serat pohon melinjo yang dikenal sebagai nemo serta serat batang anggrek yang memiliki nilai budaya tinggi.
Daya tarik pengunjung juga datang dari produk pangan khas Papua. Mi sagu, stik mangrove, keripik tambelo, sarang semut, dan buah merah menjadi sejumlah produk yang banyak ditanyakan masyarakat selama pameran.
Tingginya kunjungan tidak hanya dirasakan peserta dari Papua Tengah. Wiwit, pelaku UMKM asal Nusa Tenggara Barat yang membawa berbagai produk tenun khas Lombok, mengaku antusiasme masyarakat Semarang turut berdampak langsung terhadap penjualan produknya.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat di Semarang sangat tinggi. Banyak yang datang berkunjung dan berbelanja. Kami juga mendapat stand gratis serta fasilitas makan siang dan makan malam,” kata Wiwit.
Lintje juga mengapresiasi pelayanan panitia yang dinilai membantu peserta dari luar daerah selama mengikuti pameran. “Tempat pamerannya bersih dan setiap hari ada petugas yang membersihkan. Sejak pertama tiba dan melihat stand, kami juga langsung dilayani oleh perwakilan dinas perdagangan dan Kementerian Agama,” jelasnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk daerah menunjukkan bahwa MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, keterlibatan UMKM dari berbagai provinsi membuka ruang promosi bagi produk sekaligus kearifan lokal masing-masing daerah.
“Melalui MTQ, UMKM dari seluruh provinsi ikut menampilkan kearifan lokal masing-masing, baik makanan, kerajinan, fesyen, maupun produk lainnya,” ujarnya.
Pameran Serambi Nusantara tahun ini diikuti 150 stan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kementerian, mitra, pelaku kuliner, hingga peserta mandiri. Nilai transaksi yang tercipta mencapai rata-rata sekitar Rp500 juta per hari.
"Per hari sekitar Rp500 juta pendapatan yang dihasilkan oleh mereka. Kalau satu minggu sudah berapa?. Bagus sekali ini,” kata Luthfi seusai meninjau pameran tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....