Kafilah Papua Tengah Andalkan TC Dua Bulan untuk Tampil di MTQ Nasional

  • 17 Sep 2026 11:08 WIB
  •  Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Kafilah Papua Tengah mempersiapkan peserta secara intensif selama dua bulan untuk menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang. Persiapan dilakukan setelah pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Papua Tengah.
Pendamping kafilah Papua Tengah cabang Hafalan Quran dan Tilawah, H. Munir, mengatakan persiapan dilakukan melalui Training Center (TC) dan bimbingan bagi para peserta yang diproyeksikan tampil di tingkat nasional. “Dua bulan setelah pelaksanaan MTQ tingkat provinsi Papua Tengah, kita mengadakan Training Center (TC) untuk para kafilah calon peserta,” kata Munir saat mendampingi peserta Hafalan Quran dan Tilawah di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, pembinaan tersebut menjadi bagian penting untuk meningkatkan kesiapan peserta, baik dari sisi kemampuan maupun mental sebelum tampil di ajang tingkat nasional. Munir menuturkan, peserta Papua Tengah telah berupaya memberikan penampilan terbaik pada cabang yang diikutinya.
Meski demikian, keikutsertaan di MTQ Nasional tidak semata-mata berorientasi pada hasil perlombaan. “Alhamdulillah kita sudah memberikan, berusaha memberikan yang terbaik tadi penampilan anak-anak kita,” katanya.
Ia menyebut pengalaman tampil di tingkat nasional menjadi kesempatan penting bagi kafilah Papua Tengah untuk belajar dan mengevaluasi kemampuan. Berbagai kekurangan yang ditemukan selama pelaksanaan MTQ akan menjadi bahan pembenahan untuk persiapan pada ajang berikutnya.
“Target kita alhamdulillah kita sudah bisa tampil di tingkat nasional, bisa menimba berbagai banyak pengalaman. Untuk kita tahun depan, tahun berikutnya lebih bagus lagi, mempersiapkan lagi, apa yang kekurangan kita, kita akan perbaiki,” ujarnya.
Sementara, peserta Hafalan Quran dan Tilawah Papua Tengah, Muhammad Hafiz Al-Mubarak, mengaku sempat merasa grogi saat mengikuti perlombaan. Terlebih, penampilan di tingkat nasional menjadi pengalaman pertamanya.
“Grogi juga, grogi karena baru pertama kali,” ujar Hafiz.
Hafiz mengatakan, persiapan dilakukan dengan mengikuti TC di tingkat kabupaten serta memperbanyak murajaah atau mengulang hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari persiapan menghadapi perlombaan.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....