Peserta Capai 380 Orang, Kaligrafi MTQ Nasional Tampilkan Lima Golongan Lomba

  • 14 Sep 2026 15:44 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Hampir seluruh provinsi mengirimkan delegasi untuk mengikuti cabang Kaligrafi pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI tahun 2026 di Kota Semarang, Senin, 14 September 2026. Jumlah peserta mendekati 380 orang yang terbagi dalam lima golongan putra dan putri.

Pengawas Dewan Hakim Cabang Kaligrafi MTQ XXXI, Didin Sirajudin AR mengatakan, setiap provinsi pada dasarnya mengirimkan sekitar 10 peserta. Para peserta mengikuti lima golongan yang diperlombakan.

"Hampir seluruh provinsi mengirimkan delegasinya. Jumlah keseluruhan seharusnya 380, tapi kurang sedikit, jadi hampir full," kata Didin saat ditemui di Auditorium Imam Barjo Undip Semarang.

Didin menjelaskan, penilaian cabang kaligrafi dilakukan berdasarkan sejumlah aspek. Salah satunya kebenaran dan keindahan huruf serta keindahan hiasan.

Pada golongan Hiasan Mushaf, misalnya, penilaian meliputi kebenaran kaidah huruf, keindahan huruf, dan keindahan hiasan. Bobot penilaian lebih besar diberikan kepada aspek tulisan.

"Untuk huruf mendapatkan porsi penilaian 60 persen maksimal, sedangkan hiasan 40 persen. Itu berarti huruf lebih diutamakan daripada hiasannya," katanya.

Menurut Didin, lima golongan yang diperlombakan meliputi Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, dan Digital. Golongan Naskah menampilkan tulisan hitam putih. Hiasan Mushaf menggambarkan halaman awal Al-Qur'an, termasuk Surat Al-Fatihah, sedangkan Dekorasi lebih menonjolkan aksesoris yang dapat diaplikasikan untuk interior maupun eksterior.

Adapun golongan Kontemporer memberikan ruang lebih luas bagi peserta untuk berekspresi dengan melepaskan diri dari sejumlah pakem penulisan kaligrafi klasik. Golongan Digital menggunakan perangkat komputer dalam proses pembuatan karya.

Didin menegaskan, aspek orisinalitas menjadi salah satu keunggulan lomba kaligrafi di Indonesia. Berbeda dengan sejumlah lomba kaligrafi internasional yang memberikan waktu berbulan-bulan hingga lebih dari satu tahun untuk membuat karya, peserta MTQ di Indonesia mengerjakan karya secara langsung di lokasi perlombaan.

"Karya-karya yang ditampilkan itu memang secara langsung dibuat dan ditulis. Hanya di Indonesia, lomba kaligrafi itu langsung," ujarnya.

Ia mengatakan, seluruh karya peserta nantinya akan dipamerkan dalam rangkaian kegiatan dialog kaligrafi pada 16 September 2026. Pameran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan seni kaligrafi kepada masyarakat.

Didin menyebut kegiatan pameran memiliki nilai historis karena pada MTQ XI tahun 1979 di Semarang juga pernah digelar pameran seni lukis Islami. Setelah 47 tahun, kegiatan serupa kembali digelar di Semarang melalui pameran kaligrafi internasional.

Menurutnya, seni kaligrafi memiliki daya tarik universal dan tidak terbatas pada umat Islam. Ia mencontohkan keterlibatan tokoh non-Muslim dalam perkembangan pameran seni lukis Islami pada masa lalu maupun kegiatan yang digelar saat ini.

Dalam penentuan karya, peserta juga tidak sekadar menuliskan ayat, tetapi harus mampu menghubungkan bentuk tulisan dengan makna ayat yang dipilih. Jumlah baris tulisan juga memiliki ketentuan berbeda pada setiap golongan. Untuk Naskah Pilihan, misalnya, maksimal lima baris, sedangkan Naskah Wajib maksimal 10 baris.

Pada Hiasan Mushaf maksimal lima baris, sementara Kontemporer dapat menggunakan sekitar setengah hingga satu setengah baris. "Misalnya tentang gunung, tentang gunung, al-jibal, maka kalau huruf itu membentuk figur gunung, itu dianggap lebih pas daripada asal goreskan," kata Didin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....