MTQ Cabang Qiraat Murattal Digelar, Dewan Hakim Disekat Demi Penilaian Objektif
- 13 Sep 2026 10:14 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Upaya menjaga objektivitas penilaian menjadi perhatian utama pada cabang Qira’at Murattal MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Aula Masjid Baiturrahman Semarang, Minggu 13 September 2026. Panitia bahkan mengacak urutan tampil peserta sesaat sebelum perlombaan dimulai agar dewan hakim tidak mengetahui identitas maupun asal daerah peserta.
PIC Majelis 4 MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Keri Handayani, mengatakan sistem pengacakan dilakukan melalui aplikasi e-Makro yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan lomba. Saat registrasi peserta hanya mengetahui jadwal tampil pada tanggal tertentu, sementara urutan penampilan baru diacak dan diumumkan sesaat sebelum mereka naik ke panggung.
“Tujuannya ya memang supaya fair saja. Artinya dewan hakim juga tidak bisa mengetahui siapa tampil kapan,” ujarnya.
Ia menjelaskan seluruh dewan hakim ditempatkan dalam posisi yang tidak memungkinkan mereka mengenali peserta secara langsung. Dengan sistem tersebut, dewan hakim tidak mengetahui nama peserta, asal provinsi, maupun waktu tampil sehingga penilaian benar-benar berfokus pada kualitas bacaan yang didengar.
"Harapannya beliau tidak mengenal siapa, dari provinsi mana, kapan, jam berapa akan tampil. Jadi semua benar-benar dewan hakim hanya fokus pada suara,” katanya.
Di Majelis 4 terdapat sembilan dewan hakim yang terbagi dalam tiga bidang penilaian. Masing-masing bidang, yakni tajwid dan kaidah ushuliyah, fashahah dan fashih al huruf, serta irama dan suara, diisi tiga dewan hakim dengan satu orang ketua merangkap anggota bidang tajwid.
Pada sesi pagi itu, terdapat 12 orang peserta remaja yang mengikuti lomba, sedangkan lomba serupa untuk kategori dewasa digelar siang harinya. Keri menuturkan perlombaan saat ini masih berada pada tahap penyisihan dan akan berlanjut hingga babak final pada 18 September 2026.
Sejauh ini pelaksanaan perlombaan di Majelis 4 berlangsung lancar dan terkendali. Berbagai persiapan telah dilakukan sejak beberapa hari sebelum pelaksanaan, mulai dari uji coba sistem, kesiapan sound system, layanan live streaming, hingga pengoperasian aplikasi pendukung lomba.
Adapun sebelumnya, Menteri Agama RI, Nasaruddin berharap model penilaian melalui dewan hakim ini menjadi rujukan penjurian internasional. Sebab, kualitas penilaian menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan sebuah MTQ.
“Kali ini kita masuki suatu lembaran baru dunia perhakiman di dalam MTQ ini,” ujarnya saat pengukuhan Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Grand Candi Hotel, Kota Semarang, Sabtu 12 September 2026.
Untuk diketahui, ada sebanyak 162 orang yang terdiri dari 7 Dewan Pengawas, 4 pimpinan Dewan Hakim, dan 151 anggota Dewan Hakim yang telah dikukuhkan Menag. Mereka rekrut melalui proses seleksi tersendiri.
Kata Kunci / Tags
Video
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....