Kibarkan Bendera Sambil Lari 10K, Cara Unik Sekda Jateng Kenalkan MTQ
- 13 Sep 2026 17:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno punya cara unik untuk memeriahkan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Sambil mengikuti Fun Run 10K, ia mengibarkan bendera MTQ dan mengajak masyarakat ikut meramaikan perhelatan nasional tersebut.
Bendera MTQ Nasional XXXI berkibar sepanjang rute lari yang melintasi sejumlah ruas jalan utama Kota Semarang pada Minggu 13 September 2026. Aksi itu menjadi perhatian masyarakat sekaligus sarana memperkenalkan gelaran MTQ kepada warga yang beraktivitas di sepanjang jalur lomba.
Dari halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, peserta bergerak menuju kawasan Kota Lama melalui Jalan MT Haryono. Rute kemudian berlanjut melewati Jalan Pemuda, Jalan Pandanaran, Simpang Lima, hingga kembali ke titik awal.
Bagi Sumarno, Fun Run bukan sekadar kegiatan olahraga untuk menjaga kebugaran. Setiap kilometer yang ditempuh juga menjadi bagian dari upaya menyosialisasikan MTQ Nasional XXXI kepada masyarakat luas.
"Kita ikut memeriahkan MTQ yang ke-31. Kita mengadakan fun run, kita bawa bendera untuk mempromosikan biar masyarakat lebih tahu lagi sehingga ikut meramaikan dan menyukseskan MTQ," kata Sumarno.
Ia menilai semangat MTQ dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas positif, termasuk olahraga. Karena itu, Fun Run dipilih sebagai cara untuk menggabungkan syiar Al-Qur'an dengan kampanye hidup sehat.
| Baca juga: Jurnalis dan Petani Kopi Gelar Upacara |
"Selain ngaji ya, olahraga lah. Biar sehat," ujarnya.
Menariknya, rute yang dilalui peserta juga menyuguhkan panorama sejumlah ikon wisata Kota Semarang. Mulai dari Kota Lama, Masjid Kauman, Lawang Sewu, Tugu Muda hingga Simpang Lima menjadi bagian dari pengalaman para pelari.
Menurut Sumarno, MTQ Nasional di Jawa Tengah tidak hanya berfokus pada perlombaan tilawah dan cabang musabaqah lainnya. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi wisata unggulan yang dimiliki Jawa Tengah.
"MTQ ini kan tidak hanya jadi ajang untuk lomba tilawah, tapi juga kita ingin mempromosikan tempat-tempat wisata yang ada di Jawa Tengah," katanya.
Melalui pengalaman melihat langsung berbagai ikon Kota Semarang, para kafilah diharapkan membawa kesan positif saat kembali ke daerah masing-masing. Cerita yang mereka bagikan nantinya diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Semarang dan Jawa Tengah.
"Kami berharap dari para kafilah nanti, dengan mereka melihat tempat-tempat wisata di Semarang, tentu saja bisa mengajak saudara-saudaranya mungkin pas liburan bisa hadir ke Semarang dan juga di Jawa Tengah," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....