Tokoh Pewayangan Jadi Petugas Upacara HUT RI di Dukuh Sinoman Salatiga
- 18 Agt 2026 13:39 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Salatiga – Warga Dukuh Sinoman, Kelurahan Sidorejo Lor, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan cara unik dan sarat tradisi pada Senin, 17 Agustus 2026. Ratusan warga dari tiga rukun warga menggelar upacara bendera di lapangan Balai Dukuh Sinoman dengan mengenakan busana adat Jawa serta kostum tokoh pewayangan.
Keunikan terlihat pada jajaran petugas upacara yang memerankan karakter pewayangan legendaris, seperti Batara Guru sebagai pembina upacara, Bima sebagai pemimpin upacara, dan Gatotkaca sebagai pembaca teks Proklamasi. Sementara itu, Sang Merah Putih dikibarkan oleh tokoh Arjuna bersama dua Srikandi, didampingi karakter Punakawan yang turut menyemarakkan jalannya prosesi kenegaraan.
Ketua Panitia Upacara, Rinto Wijanarko, menjelaskan bahwa perpaduan konsep budaya ini sengaja dihadirkan untuk membangkitkan rasa nasionalisme sekaligus merawat warisan leluhur. "Untuk tahun ini kita mau bikin sesuatu yang unik guna menarik minat masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme di Dukuh Sinoman," ujar Rinto.
Ia menambahkan, prosesi pewayangan tersebut juga dikolaborasikan secara apik dengan kesenian Reog yang telah lama berkembang di lingkungan warga setempat. Kolaborasi seni ini terbukti mendongkrak antusiasme masyarakat hingga jumlah peserta melonjak mencapai sekitar 200 orang dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu peserta upacara, Dian, yang tampil mengenakan kostum Srikandi lengkap dengan mahkota dan busur panah, mengaku bangga dapat memperkenalkan kebudayaan lokal melalui momentum peringatan kemerdekaan. "Panitia sengaja membuat konsep kebudayaan karena kita ingin melestarikan pakaian adat yang ada di Indonesia, khususnya Jawa Tengah," tutur Dian.
Menurut Dian, pemilihan sosok Srikandi merefleksikan filosofi ketangguhan dan peran besar perempuan dalam membangun kemajuan bangsa. Ia pun berharap perayaan kemerdekaan ke-81 ini diiringi langkah nyata pemerintah dalam menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok bagi masyarakat kecil.
Senada dengan warganya, Rinto berharap momentum peringatan kemerdekaan mampu mendorong pemerataan pembangunan ekonomi serta menekan kesenjangan sosial di tanah air. Kebersamaan warga di tingkat dukuh dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa.
Setelah pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat, perayaan dilanjutkan dengan berbagai pementasan seni dan hiburan rakyat yang disajikan oleh warga Dukuh Sinoman. Tradisi peringatan berbasis kearifan lokal ini diharapkan terus berlanjut sebagai agenda tahunan yang mempererat solidaritas warga Kota Salatiga. (eka)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....