Pegawai KPP Pratama Belajar Budaya dan Sejarah Magelang
- 11 Sep 2026 18:45 WIB
- Semarang
Poin Utama
- KPP Pratama Magelang
- Padepokan Seni Sasana Pamardi Budaya
- tugas perpajakan
- Mantyasih
RRI.CO.ID, Kota Magelang - Puluhan pegawai KPP Pratama Magelang belajar budaya dan sejarah ke Padepokan Seni Sasana Pamardi Budaya Magelang. Di padepokan seni tersebut, para pegawai di lingkungan KPP Pratama Magelang mendapatkan informasi terkait sejarah Kota Magelang dari pimpinan Padepokan Seni Sasana Pamardi Budaya, Susilo Anggoro,
“Kunjungan keluarga besar KPP Pratama Magelang ke Padepokan Seni Sasana Pamardi Budaya kami lakukan dalam rangkaian olahraga jalan sehat di hari Jumat. Kunjungan ini untuk memperkuat para pegawai KPP Pratama sekalius mengenal lebih dekat budaya dan sejarah lokal Magelang,” kata Kepala KPP Pratama Magelang, Wahyu Winardi, Jumat ( 11/9/2026).
Wahyu mengatakan, tugas perpajakan tidak sebatas urusan aturan dan angka, melainkan memahami nilai-nilai yang ada di masyarakat, termasuk sejarah dan budaya lokal. ”Pajak merupakan wujud dari gotong royong masayarakat. Kami dari KPP Pratama Magelang juga menganggap penting untuk memahami budaya lokal, agar bisa melayani masyarakat lebih baik,”kata Wahyu.
Ia berharap, dar kearifan lokal yang dipelajari tersebut seluruh pegawai KPP Pratama Magelang dapat mengimplementasikan dalam pelayanan di kantor sehari-hari.,
Pimpinan Padepokan Seni Pamardi Budaya, Susilo Anggoro mengatakan, kunjungan instansi KPP Pratama Magelang ke padepokan seni yang ada di Kampung Meteseh Utara, Kelurahan Magelang tersebut, merupakan untuk pertama kalinya. Sebelumnya, yang berkunjung ke Padepokan Seni Pamardi Budaya tersebut kebanyakan dari kalangan seniman dan budayawan.
“” Saya sangat terkesan dengan kunjungan dari KPP Pratama Magelang ke sini ( padepokan).Karena, kunjungan pegawain KPP Pratama ini merupakan kunjungan pertama dari instansi, sebelumnya dari kalangann seniman dan budayawan,” ujar Susilo Anggoro yang juga Ketua DPD Persatuan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kota Magelang.
Pada kesempatan itu, Susilo Anggoro juga menceritakan tentang cikal bakal Magelang yang ditandai dengan adanya Prasasti Mantyasih. Dalam Prasasti Mantyasih yang merupakan peninggalan sejarah Mataram Kuna merupakan desa bebas apajak di bawah Pemerintahan Raja Sri Maharaja Rake Watu Kura Dyah Balitung. (wied)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....