Kasus Kebakaran Tinggi, Barakuda Pekalongan Bentuk Tim Relawan Kebencanaan
- 11 Sep 2026 13:55 WIB
- Semarang
Poin Utama
- Dalam tiga bulan terakhir hampir 50 kejadian kebakaran tercatat di wilayah Kabupaten Pekalongan
- Mencegah kebakaran di Wilayah Kabupaten Pekalongan tak bisa hanya mengandalkan kecepatan petugas pemadam kebakaran
RRI.CO.ID, Pekalongan – Kasus kebakaran yang meningkat di Kabupaten Pekalongan pada musim kemarau mendorong Barisan Rakyat Kedungwuni Damai (Barakuda) membentuk Tim Relawan Kebencanaan. Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan.
Ketua Umum Barakuda, Nunung Dwi Nugroho, mengatakan pembentukan tim relawan bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam membantu Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan mencegah serta menangani awal bencana kebakaran. Terlebih, wilayah Kedungwuni merupakan kawasan padat penduduk sekaligus kawasan industri.
“Sebelumnya kami sudah mengikuti kegiatan pembentukan dan pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR) Kabupaten Pekalongan Tahun 2026 yang digelar Dinas Satpol PP dan Damkar. Bermula dari situ kita punya inisiatif bagaimana kalau membentuk Tim Relawan Kebencanaan,” ujarnya, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Nunung, pembinaan yang diberikan petugas Damkar membuka pemahaman masyarakat bahwa penanganan kebakaran tidak selalu harus menunggu armada pemadam tiba di lokasi. Masyarakat dapat melakukan sejumlah langkah awal secara tepat untuk mencegah api semakin membesar.
“Cara penanganannya yang tadinya kita tidak tahu sekarang menjadi tahu,” kata Nunung. Ia menilai pengetahuan praktis tersebut penting, terutama untuk menghadapi kebakaran rumah tangga yang kerap dipicu kompor maupun kebocoran gas.
Upaya pencegahan kebakaran dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kecepatan petugas pemadam kebakaran. Keterlibatan masyarakat di tingkat lingkungan diperlukan agar api dapat ditangani sejak awal sebelum berkembang menjadi bencana yang lebih besar.
Sementara itu, Plt. Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Pekalongan, Andri Setioko, mengatakan ancaman kebakaran perlu diwaspadai, terutama di tengah musim kemarau. Dalam tiga bulan terakhir, hampir 50 kejadian kebakaran tercatat di wilayah Kabupaten Pekalongan.
“Musim kemarau tahun ini menjadi perhatian khusus kita, karena bencana kebakaran baik di wilayah atas (pegunungan dan hutan) atau di wilayah bawah permukiman cukup tinggi. Dalam satu bulan ini ada tiga kejadian,” terangnya.
Andri juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi kebakaran, termasuk menghindari pembakaran sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan kebakaran.
Ia menyambut positif rencana Barakuda membentuk Tim Relawan Kebencanaan karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan sumber kejadian ketika kebakaran pertama kali muncul. Keterlibatan relawan diharapkan dapat membantu upaya pencegahan sekaligus penanganan awal sebelum petugas pemadam tiba di lokasi. (wied)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....