Organisasi Mahasiswa Islam Semarang Dorong MTQ Nasional Tak Sekadar Seremonial

  • 10 Sep 2026 21:32 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang mendorong agar pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Kedua organisasi mahasiswa Islam tersebut berharap MTQ Nasional mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus meninggalkan warisan bagi Kota Semarang.

Dukungan tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan MTQ Nasional XXXI yang akan digelar di Kota Semarang. Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang disiapkan sebagai venue utama pembukaan MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026.

Ketua PMII Semarang, M. Afiq Nur Cahaya, mengatakan MTQ Nasional menjadi momentum bagi Kota Semarang untuk menjadi magnet sekaligus mendapat sorotan di tingkat nasional. Menurutnya, dampak pelaksanaan MTQ tidak hanya berkaitan dengan peningkatan sektor UMKM, tetapi juga dapat mendorong perkembangan sektor kebudayaan dan pendidikan.

"MTQ Nasional ini merupakan suatu momentum di mana Kota Semarang akan menjadi magnet. Juga menjadi sorotan skala nasional," kata Afiq saat ditemui di lokasi MTQ di Lapangan Simpang Lima, Kamis, 10 September 2026.

Afiq berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi mahasiswa dan kepemudaan, dapat dilibatkan dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ Nasional. Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen penting agar penyelenggaraan MTQ memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Semarang.

"Harapan dari kami, baik PMII, HMI, organisasi ekstra lainnya, maupun seluruh elemen masyarakat Kota Semarang, MTQ Nasional ini bisa diselenggarakan secara maksimal dan sukses. Tentunya tidak hanya menjadi acara seremonial belaka, tetapi menjadi acara yang berdampak positif bagi segala sektor di Kota Semarang," jelasnya.

Ia menilai keterlibatan pemuda dan mahasiswa penting karena Kota Semarang memiliki banyak perguruan tinggi serta organisasi kepemudaan. Karena itu, mereka diharapkan dapat ikut berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian MTQ Nasional XXXI.

"Harapannya, dengan adanya MTQ Nasional ini, keterlibatan pemuda dan juga para mahasiswa yang ada di Kota Semarang, yang memiliki banyak kampus dan elemen kepemudaan, bisa dilibatkan. Diikutsertakan dalam menyukseskan acara MTQ Nasional ini," katanya.

Sementara itu, Ketua HMI Cabang Semarang, M. Nabil Mualif, menegaskan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga bagi mahasiswa.

Menurutnya, MTQ Nasional tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa, khususnya kader HMI, untuk semakin memahami Al-Qur'an sebagai pedoman kehidupan. Ia menilai nilai-nilai yang dibawa dalam MTQ sejalan dengan semangat organisasi mahasiswa Islam.

"Apalagi bagi kami para mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam yang latar belakangnya adalah agama Islam. MTQ ini tidak hanya sekadar event, tetapi juga menjadi motivasi bahwa Al-Qur'an menjadi pedoman bagi umat manusia," tuturnya.

Selain aspek keagamaan, Nabil menyoroti nilai toleransi yang ditunjukkan Kota Semarang melalui penyelenggaraan MTQ Nasional. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bersama-sama mendukung pelaksanaan kegiatan di Kota Semarang.

"Ini membuktikan bahwa Kota Semarang sangat toleran, artinya, di Semarang tidak melulu hanya menyoroti satu agama. Semua bisa duduk bersama di Kota Semarang ini, sehingga membuktikan bahwa Semarang merupakan kota yang toleran," katanya.

Nabil juga menilai MTQ Nasional dapat membangkitkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya nilai-nilai kerohanian sekaligus memberikan dampak terhadap perekonomian warga. Kehadiran UMKM dalam rangkaian kegiatan dinilai dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usahanya.

"Kami tahu nanti ketika acara ini digelar selama beberapa hari akan ada UMKM yang disediakan oleh panitia. Itu bisa membuat teman-teman UMKM dan masyarakat yang punya dagangan atau usaha ikut serta sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat," katanya.

Meski tidak terlibat sebagai peserta MTQ, Nabil menegaskan HMI Semarang tetap memberikan dukungan secara organisatoris. Ia menyebut pelaksanaan MTQ Nasional selaras dengan visi organisasi yang berpedoman kepada Al-Qur'an dan hadis.

"Untuk HMI sendiri, kebetulan kami tidak ikut serta dalam kepesertaan, tetapi secara organisatoris kami HMI Semarang tetap mendukung penuh karena bagaimanapun agenda MTQ ini selaras dengan visi organisasi kami di HMI. Kami berpedoman kepada Al-Qur'an dan hadis, maka MTQ Nasional yang diadakan di Kota Semarang ini juga selaras dengan visi organisasi kami," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....