Raih IPK Tertinggi, Penerima KIP-K Jadi Wisudawan Terbaik Undip
- 01 Okt 2026 11:04 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – Mahasiswa penerima KIP-K, Aulia Wilda Solikha, berhasil meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang periode 183 dengan IPK tertinggi. Prestasi tersebut diraih setelah menyelesaikan studi dalam waktu 3 tahun 10 bulan 18 hari.
Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan langkah Aulia untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia sempat ragu karena khawatir biaya kuliah akan menjadi beban keluarga, terutama jika harus menempuh pendidikan di perguruan tinggi swasta.
Aulia kemudian bertekad masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur KIP-K. Hal itu menejadi upayanya agar dapat melanjutkan pendidikan tanpa menambah beban ekonomi keluarga.
“Pernah ragu. Itu sebabnya saya berusaha masuk Perguruan Tinggi Negeri karena dari pihak keluarga juga saat itu merasa akan keberatan jika terpaksa masuk ke Universitas Swasta,” ujar Aulia saat diwawancarai Rabu, 30 September 2026.
Selama menjalani perkuliahan, Aulia mengatakan dirinya lebih mengutamakan pemahaman materi dibandingkan sekadar mengingat atau menghafal. Menurutnya, proses diskusi dan bertukar pendapat membantu memperdalam pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
“Tidak ada cara belajar spesifik, tapi saya selalu mengusahakan ke pemahaman. Bukan hanya mengingat atau menghafal, dengan berdiskusi atau bertukar pikiran justru membuat saya lebih paham dengan yang sedang dibahas”, ujar Aulia
Ketua Program Studi Sastra Indonesia Universitas Diponegoro Semarang, Dr. Sukarjo Waluyo, S.S., M.Hum., mengatakan mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki prestasi perlu mendapatkan dukungan, termasuk dalam pendanaan dan fasilitas pendidikan.
Sukarjo juga mengapresiasi mahasiswa penerima KIP-K yang mampu meraih prestasi di tengah keterbatasan ekonomi. Menurutnya, keberadaan program tersebut memberikan manfaat bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan pendidikan.
“Saya terkesan malah. Terkesan apalagi Anda sebutkan tadi beberapa mahasiswa berprestasi justru anak penerima KIP-K. Berarti ini kan manfaatnya banyak. Oleh karena itu harus diberikan menyeluruh kepada mahasiswa yang kurang mampu untuk menerima hak dan fasilitas,” ujar Sukarjo.
Ia berharap KIP-K dapat diberikan secara merata kepada mahasiswa kurang mampu agar kondisi ekonomi tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan pendidikan sekaligus meraih prestasi di masa depan. (Firoh/mg).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....