Kepala RRI Semarang: Radio Tetap Memiliki Peran Penting di Era Digital
- 10 Sep 2026 08:40 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Radio dinilai tetap memiliki peran penting di tengah pesatnya perkembangan media digital karena mampu menjangkau masyarakat hingga wilayah pelosok. Selain menjadi sumber informasi cepat dan aktual, radio juga berperan sebagai media edukasi, hiburan, kontrol sosial, penangkal hoaks, sekaligus pemersatu masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kepala LPP RRI Semarang Bambang Dwiana S.Sos., M.M. dalam Dialog Bowo Raos di Studio Pro 1 RRI Semarang, Rabu 9 September 2026 malam. Dialog yang dipandu Ketua Forum Komunikasi Pemerhati Paguyuban Pendengar dan Pemerhati RRI Semarang (FKP PAPPERRIS), F. Sumardiyono bersama R Soejarto tersebut mengangkat tema “Pendengar Sebagai Tolok Ukur”.
Menurut Bambang Dwiana, eksistensi radio tetap dibutuhkan meskipun masyarakat kini memiliki semakin banyak pilihan media untuk memperoleh informasi. Menurutnya, kemampuan radio menjangkau wilayah pedesaan dan terpencil menjadi salah satu kekuatan yang tetap relevan di era digital.
“Radio berfungsi sebagai media komunikasi massa yang penting. Untuk menyampaikan informasi, hiburan, dan edukasi kepada masyarakat secara luas. Bahkan dapat menjangkau daerah pedesaan atau wilayah terpencil (pelosok). Meskipun di masa/era digital saat ini eksistensi radio masih dibutuhkan,” ujarnya
Ia juga menjelaskan, radio memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat, mulai dari menyampaikan informasi cepat dan aktual hingga menyediakan hiburan melalui alunan musik, sandiwara, dan acara bincang-bincang. Radio juga tidak dibatasi persoalan usia pendengar dan mampu membangun ikatan emosional antara pendengar dengan penyiar.
“Menyiarkan program pendidikan, keagamaan, serta muatan literasi, sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat luas. Sekaligus menjadi media promosi produksi dan jasa dengan jangkauan yang luas dan juga bisa sebagai kontrol sosial sekaligus pemersatu bangsa, serta penangkal berita bohong (hoaks), demi menjaga persatuan dan keutuhan sosial serta penyeimbang informasi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Bambang menegaskan keberadaan radio perlu terus dipertahankan dengan peningkatan kualitas acara yang mengikuti perkembangan teknologi. Adaptasi tersebut penting agar radio tidak hanya bertahan sebagai media konvensional, tetapi tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang pola konsumsi informasinya terus berubah.
Sementara itu, Anggota Forum Komunikasi Pemerhati Paguyuban Pendengar dan Pemerhati RRI Semarang (FKP PAPPERRIS) R Soejarto mengatakan, eksistensi dan kepuasan pendengar menjadi kompas utama untuk mengukur sejauh mana RRI berhasil bertransformasi dan tetap relevan di tengah disrupsi media digital. Menurutnya, tolok ukur tersebut dapat dilihat dari inovasi, relevansi, jangkauan, kedekatan emosional, hingga loyalitas pendengar.
Menurutnya, dalam menjalankan fungsinya LPP RRI sebagai media informasi, edukasi dan hiburan pada momentum HUT ke-81. Namun eksistensi dan kepuasan pendengar menjadi kompas utama untuk menilai sejauh mana RRI berhasil bertransformasi dan tetap relevan di tengah disrupsi media digital.
"Sebagai tolok ukur pendengar di usia RRI ke-81 dikelompokkan dalam beberapa aspek strategis, antara lain indikator keberhasilan inovasi, relevansinya, jangkauan dan kedekatan emosionalnya. Nah, tingkat loyalitas pendengar mengukur seberapa sukses RRI dalam merangkul teknologi baru, terus bergerak melampaui media konvensional melalui strategi multi platform agar tetap sesuai pola konsumsi informasi masyarakat modern,” kata Soejarto.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....