Festival Anak Soleh Indonesia, Ajang Membangun Mental Remaja Magelang

  • 09 Sep 2026 20:43 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pemerintah Kabupaten Magelang
  • Kantor Kementerian Agama
  • adan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an
  • Masjid Agung Jawa Tengah An- Nuur Kabupaten Magelang.

RRI.CO.ID, Kabupaten Magelang - Festival Anak Soleh Indonesia 2026 di Kabupaten Magelang tidak hanya menjadi ajang bagi santri dan pelajar untuk berkompetisi di bidang keagamaan. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya Pemerintah Kabupaten Magelang memperkuat karakter dan mental spiritual generasi muda sekaligus mengantisipasi kenakalan remaja.

Festival Anak Soleh Indonesia 2026 digelar Pemerintah Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama, Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur'an dan Badan Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur. Kegiatan berlangsung di Masjid Agung Jawa Tengah An-Nuur Kabupaten Magelang, Rabu, 9 September 2026.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, festival tersebut dirancang tidak sekadar sebagai perlombaan. Akan tetapi, juga sebagai sarana membangun mentalitas dan karakter generasi muda.

“Festival Anak Soleh ini lebih dari sekadar perlombaan. Ajang ini dirancang untuk membangun mentalitas dan karakter generasi muda dan juga mengantisipasi kenakalan remaja,” kata Grengseng saat membuka Festival Anak Soleh.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah positif bagi siswa, santri, dan lembaga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) untuk berkompetisi sekaligus mengasah pengetahuan dan keterampilan keagamaan Islam. Grengseng menilai penguatan mental spiritual penting dilakukan di tengah berbagai persoalan sosial seperti judi online, pinjaman online, tawuran antarpelajar, hingga paparan media sosial yang tidak terkendali.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjadi filter sekaligus ruang alternatif yang positif bagi anak-anak dan remaja. Ini menjadi upaya menanamkan nilai spiritualitas dan religiusitas agar benteng moral mereka kuat,” ujarnya.

Ketua Panitia Festival Anak Soleh, Yusuf Ari Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut diikuti 291 peserta yang merupakan perwakilan dari 21 kecamatan di Kabupaten Magelang. Para peserta mengikuti 12 majelis lomba, di antaranya peragaan salat, tartil Al-Qur'an, azan dan ikamah, nasyid Islami, menggambar, ceramah agama Islam, tilawah Al-Qur'an, tahfiz juz amma, dan syahril Qur'an.

Selain itu, terdapat lomba cerdas cermat Al-Qur'an, kaligrafi, dan Cerdas Cermat Agama Islam. Peserta berasal dari TPQ dengan jenjang sekolah dasar maupun jenjang pendidikan di atasnya.

Yusuf menjelaskan, pelaksanaan lomba dilakukan secara hybrid. Delapan cabang lomba melaksanakan penyisihan secara daring untuk menentukan enam peserta terbaik yang kemudian mengikuti tahap final. Sementara empat majelis lomba lainnya dilaksanakan secara langsung.

“Tujuannya untuk memberi ruang bagi santri TPQ se-Kabupaten Magelang untuk berekspresi dan menunjukkan prestasinya. Selain itu, untuk menjaring delegasi-delegasi Kabupaten Magelang yang akan dikirim ke FASI tingkat provinsi yang akan digelar Desember mendatang,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Magelang berharap pembinaan generasi muda tidak hanya berorientasi pada prestasi. Akan tetapi juga mampu membentuk karakter, memperkuat nilai keagamaan, dan menjadi salah satu benteng menghadapi berbagai persoalan sosial di kalangan anak dan remaja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....