Festival Kota Lama Diperpanjang, Agustina Ajak Kafilah MTQ Nikmati Wisata

  • 06 Sep 2026 17:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meminta Festival Kota Lama 2026 diperpanjang hingga mendekati penutupan MTQ Nasional XXXI. Langkah tersebut diambil agar para kafilah dan tamu yang datang ke Kota Semarang memiliki kesempatan menikmati Festival Kota Lama di tengah padatnya agenda MTQ.

Agustina menyampaikan hal tersebut saat membuka Festival Kota Lama XV 2026. Jadwal MTQ Nasional yang berlangsung 11–20 September cukup padat sehingga para kafilah perlu diberi kesempatan untuk menikmati suasana Kota Lama dan berbagai kegiatan yang disiapkan di dalamnya.

“Saya meminta Festival Kota Lama diperpanjang sampai para peserta MTQ selesai menjalankan seluruh rangkaiannya. Jadwal MTQ ini rapat sekali. Kapan mereka bisa jalan-jalan melihat Festival Kota Lama?” ujar Agustina, Sabtu 5 September 2026.

Permintaan tersebut kemudian diikuti panitia dengan memperpanjang rangkaian Festival Kota Lama melalui berbagai agenda tambahan. Penutupan festival dijadwalkan berlangsung hampir bersamaan dengan penutupan MTQ Nasional XXXI.

Bagi Agustina, kesempatan menikmati Kota Lama sejalan dengan karakter kawasan tersebut yang sejak dahulu menjadi tempat perjumpaan. Berbagai aktivitas di dalamnya terus berubah mengikuti kebutuhan zaman, sementara fungsi kawasan sebagai tempat masyarakat bertemu, menikmati seni dan budaya, serta beraktivitas tetap dipertahankan.

“Sejak dulu Kota Lama ini diciptakan memang untuk sebuah perjumpaan. Perubahan-perubahan yang terjadi hanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, tetapi keinginan, rasa, dan segala hal yang berhubungan dengan manusia di Kota Lama ini tidak berubah,” tuturnya.

Mwnurut dia, festival Kota Lama kemudian menjadi salah satu cara menghidupkan kembali perjumpaan tersebut. Komunitas, seniman, pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat bertemu melalui berbagai kegiatan seni, budaya, kuliner, serta aktivitas komunitas.

Agustina mencontohkan keterlibatan kelompok Wayang Orang yang pernah memiliki rencana tampil di Rotterdam. Meski rencana keberangkatan tersebut tidak mendapatkan izin, kelompok tersebut tetap menjalankan penampilannya sesuai jadwal.

“Tidak karu-karuan perasaan saya. Tetapi yang membahagiakan adalah mereka dengan semangat gegap gembira tetap bermain sesuai dengan schedule,” katanya.

Pengalaman tersebut, menurut Agustina, menunjukkan rasa memiliki masyarakat terhadap kebudayaan Kota Semarang.

“Itulah gambaran warga Kota Semarang yang gotong royong bersatu dan kemudian merasa bahwa ini adalah milik kita, Sense of belonging-nya sangat luar biasa,” ujar Agustina.

Semangat tersebut tercermin dalam tema Festival Kota Lama XV 2026, "Unity in Diversity". Agustina melihat keberagaman sebagai bagian dari kehidupan Kota Semarang yang telah tumbuh melalui perjumpaan berbagai masyarakat, tradisi, dan kebudayaan.

Q2Di kawasan Kota Lama dan sekitarnya, masyarakat juga dapat menemukan berbagai kegiatan yang mempertemukan warisan budaya dengan kehidupan masa kini. Salah satunya kegiatan merangkai janur yang mengajak anak-anak mengenal cara membuat ketupat dan hiasan pengantin sekaligus memahami makna di balik tradisi tersebut.

Agustina berharap keterlibatan generasi muda terus diperluas. Menurutnya, keberlangsungan Festival Kota Lama bergantung pada adanya generasi yang mengenal, menikmati, dan merasa memiliki kawasan serta kebudayaan yang ada di dalamnya.

“Anak-anak harus kita gandeng untuk bisa melihat dengan saksama, supaya ketika kita meninggalkan aktivitas dunia, Festival Kota Lama ini akan terus lestari dan ada,” tutur Agustina.

Festival Kota Lama XV 2026 berlangsung hingga mendekati penutupan MTQ Nasional XXXI dengan berbagai agenda seni, budaya, kuliner, dan komunitas. Perpanjangan tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada para kafilah dan tamu untuk mengenal Semarang melalui kawasan Kota Lama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....